Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Saksi Ahli Psikiater, dr Natalia Widiasih Raharjanti menyebut ada inkonsistensi data pada hasil pemeriksaan kejiwaan terdakwa kasus kopi bersianida Jessica Kumala Wongso. Inkonsistensi tersebut ditemukan saat mencocokkan keterangan Jessica dengan jawaban yang diberikan sang ibu dan rekan kerjanya.
Salah satu poin pemeriksaan kejiwaan itu terkait dengan riwayat penyakit asma. Menurut Natalia, Jessica mengaku tidak punya penyakit asma. Sementara sang ibu mengatakan putrinya itu pernah mengalami asma waktu masih kecil.
" Ada inkonsistensi seperti dia menuliskan tidak punya riwayat asma, tapi ketika waktu kecil dia punya riwayat asma," kata Natalia di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 18 Agustus 2016.
Selain itu, Natalia mengatakan sempat bertanya apakah Jessica membantu korban Wayan Mirna Salihin saat mengalami kejang-kejang. Di hadapan Natalia, Jessica mengatakan ia ikut membantu dengan menggoyang-goyangkan tubuh Mirna. Tetapi.....
© Dream
Dream - Jessica mengatakan ikut membantu dengan menggoyang-goyangkan tubuh Mirna. Tetapi, Natalia mengatakan kembali menemukan inkonsistensi pada keterangan Jessica. Temuan itu muncul setelah dia mencocokkan dengan rekaman CCTV yang sama sekali tidak menunjukkan keterangan itu.
Sementara ketika hari pemakaman Mirna, Jessica tidak bisa hadir. Alasannya, kata Natalia, Jessica mengaku kepada Hani karena penyakit asmanya sedang kambuh.
" Tapi pada saat kami wawancara, Jessica mengaku asmanya tidak pernah kambuh," ujar dia.
Tidak hanya itu, menjelang pemakaman Mirna, Jessica mengaku kepada Natalia sedang tidak dirawat inap di rumah sakit. Padahal menurut transkip chatting antara Jessica dan Hani, terdakwa mengatakan sedang dirawat inap.
© Dream
Dream - Setelah Mirna dimakamkan, Jessica mengaku kepada Natalia dia tidak pernah dihubungi Hani karena dilarang oleh orang tua Mirna.
" Tapi dari transkip percakapan, diketahui ada perbincangan Hani dan Jessica usai Mirna dimakamkan," ucap dia.
Inkonsistensi lain yang didapat Natalia yaitu ketika Jessica bercerita tidak pernah dirawat di rumah sakit karena kasus percintaan. Tetapi, berdasarkan catatan kepolisian Australia, Jessica pernah dirawat di rumah saki akibat masalah percintaannya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya