Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Aneka Macam Minuman Bersoda Dalam Kemasan Kaleng. (Foto: Freepik.com)
Dream - Ini peringatan bagi wanita hamil agar hati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman selama mengandung. Apalagi jika mengidap penyakit bawaan.
Amy Louise Thorpe, yang tinggal di Invercargill, Selandia Baru, meninggal karena serangan epilepsi pada 4 Desember 2018.
Namun laporan kematiannya menyebutkan Amy sebelum menghembuskan napas memiliki kebiasaan minum bersoda dan penambah energi. Amy sering kali menenggak dua liter minuman berkarbonasi dan 500 ml hingga satu liter minuman energi setiap hari.
Ibu 34 tahun, yang juga hamil 15 minggu ketika meninggal, memiliki riwayat epilepsi dan kondisi kesehatan lainnya, termasuk sleep apnea.
Suami Amy mengatakan istrinya memang kecanduan minum bersoda. Sementara teman lainnya mengatakan Amy minum 'lebih banyak minuman energi dalam sehari daripada orang yang minum kopi'.
Selain kecanduan minuman bersoda dan minuman energi, laporan petugas koroner menyebutkan bahwa Amy juga perokok berat.
Sebulan sebelum kematiannya, Amy telah direkomendasikan untuk mengganti obatnya setelah sering mengalami serangan epilepsi.
Ibu tiga anak ini juga dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan dan perawatan dari dokter.
Namun, laporan polisi menyebutkan bahwa Amy enggan berganti obat atau menjalani pemeriksaan dokter.
Pakar kesehatan Hammond-Tooke mengatakan ada kemungkinan bahwa asupan minuman berkafein berlebihan jadi penyebab kematian Amy.
"Dalam kasus Amy, saya menduga asupan kafein yang berlebihan berkontribusi pada serangan epilepsi yang parah," kata Hammond-Tooke.
Sebenarnya, lanjut Hammond-Tooke, asupan kafein yang normal tidak menyebabkan kejang parah yang merupakan gejala serangan epilepsi.
"Namun jika mengonsumsi secara berlebihan bisa meningkatkan kejang dan memiliki efek buruk lainnya pada kesehatan," tambah Hammond-Tooke.
Petugas koroner berharap kasus Amy bisa meningkatkan kesadaran akan konsekuensi dari asupan kafein yang berlebihan, terutama bagi mereka yang menderita epilepsi.
(Sumber: DailyStar)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan