Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shutterstock
Dream - Efek buruk mengonsumsi minuman soda, apalagi dalam volume yang sangat banyak, sudah diketahui banyak orang. Minuman yang banyak mengandung gula dan fosfat ini bisa meningkatkan risiko diabetes, obesitas, penyakit di hati, dan sindrom metabolik.

Terkadang ada juga sebagian penggemar soda yang mengakali kebiasaan mengonsumsi minuman ini dengan beralih ke diet coke. Jenis minuman yang juga bersoda ini diyakini lebih baik dibandingkan soda lainnya.
Pada kenyataannya, diet coke juga tetap bisa meningkatkan sindrom metabolik dan risiko stroke.
Dari sebuah penelitian diketahui kebiasaan mengonsumsi soda diet dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang mengancam jiwa.
Bagaimana Minum Soda Meningkatkan Risiko Kematian Dini?

Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari satu gelas soda selama sebulan, memiliki peluang sekitar 17 persen meninggal dunia lebih cepat.
Temuan ini diperoleh dari penelitian selama dua dekade penelitian dengan cara membandingkan orang yang mengonsumsi kurang dari satu gelas per bulan.
Alasan Mengapa Minum Diet Soda Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Konsumsi minuman manis dapat menyebabkan bobot badan naik drastis bahkan bisa berujung obesitas. Kondis ini bisa memengaruhi efektivitas insulin dalam tubuh yang dapat menyebabkan peradangan.
Tentu hal ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas yang memperpendek harapan hidup.
Alternatif Sehat untuk Mengganti Kebiasaan Minum Soda

Untuk Sahabat Dream yang tengah berniat menghentikan kebiasaan minum soda namun tidak tahu minuman penggantinya sebaiknya mulai mencoba mencicipi teh hijau atau kopi hitam dengan sedikit gula.
Penelitian menunjukkan bahwa kopi dan teh kaya akan antioksidan yang baik untuk jantung. Kedua jenis minuman ini juga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke dengan menurunkan kadar kolesterol dan membatasi konsumsi Anda hingga 2-3 cangkir per hari.
Air kelapa, air soda dengan percikan buah dan rempah, teh hijau atau panas, atau jus sayur, susu kedelai juga bisa jadi alternatif.
(Sumber: Boldsky)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS