Satpol PP dan Habib Assegaf Berdamai, Keduanya Bakal Umrah Bareng

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 23 Mei 2020 17:13
Satpol PP dan Habib Assegaf Berdamai, Keduanya Bakal Umrah Bareng
Malah dihadiahi umroh.

Dream - Beberapa waktu lalu, tersebar video cekcok yang terjadi antara petugas Satpol PP dengan seorang berpakaian jubah dan kopiah putih. Belakangan diketahui pria tersebut adalah Habib Umar Assegaf.

Setelah video tersebut ramai di jagat maya, kini Satpol PP yang dikenal bernama Asmadi menyambangi kediaman Habib Umar assegaf untuk meminta maaf secara langsung atas kejadian tersebut.

Dalam video yang diunggah kembali di Instagram @lambe_turah, permintaan maaf Asmadi dilayangkan sambil mencium tangan Habib Umar Assegaf. Asmadi mengaku khilaf saat kejadian tersebut.

“ Minta maaf sebesar-besarnya kepada Habib Umar bin Abdullah Assegaf. Pada saat itu saya khilaf. Dan apa yang disampaikan Habib, saya sedang kecapekan. Jadi saya sebagai manusia biasa, saya minta maaf dari hati yang paling dalam,” tutur Asmadi.

 Satpol PP Minta Maaf© Instagram.com/lambe_turah/

Habib Umar Assegaf pun memeluk, mengusap wajah dan mendoakan Asmadi. Selanjutnya, ia berharap tidak ada reaksi lanjutan setelah perdamaian yang dimediasi oleh Polda Jatim itu.

Bahkan, ia memberi Asmadi hadiah umroh sebagai rasa syukur. “ Nanti berangkat bareng Ana. Mudah-mudahan jadi jalan hidayah buat Antum dan semuanya. Ini sebagai bentuk Ana kepada Habib Umar Assegaf ingin turun langsung,” imbuhnya.

Sebelumnya, Asmadi sempat melaporkan Habib Umar Assegaf ke Polda Jatim dan berakhir dengan mediasi yang tersebar di media sosial itu.

1 dari 3 halaman

Viral Habib Assegaf Langgar PSSB dan Lawan Petugas

Dream - Beberapa waktu lalu, viral video pria bergamis memarahi hingga mendorong petugas PSBB di media sosial. Video tersebut beredar ini media sosial.

Rupanya, pria tersebut diketahui Habib Umar Abdullah Assegar, pengasuh Majelis Roudhotus Salaf Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Pria tersebut memarahi petugas PSBB di pos check point exit Tol Bundaran Satelit Surabaya pada Rabu, 20 Mei 2020 pukul 16.45 WIB.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 23 detik tersebut terlihat Umar terlibat cekcok dengan petugas dan saling dorong. Umar terlihat menggunakan kain sorban saat memukul petugas tersebut yang kemudian dibalas dengan tangan kosong serta ditendang oleh petugas.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, kejadian bermula saat anggota Satlantas Polrestabes Surabaya melaksanakan pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke Kota Surabaya di pos cek poin tersebut.

" Sekira pukul 16.45 wib, anggota Satlantas Polrestabes Surabaya menghentikan kendaraan Toyota Camry dengan Nopol N 1 B dari Arah Malang. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang didapati bahwa pengemudi tidak menggunakan masker dan penumpang melebihi ketentuan PSBB," kata Trunoyudo, dikutip dari Liputan6.com

2 dari 3 halaman

Diminta Putar Balik

Saat itu, petugas meminta kepada pengemudi mobil Toyota Camry warna hitam dengan nomor polisi N 1 B tersebut untuk putar balik, kembali ke daerah asalnya.

" Namun dari dalam mobil terdengar suara dari penumpang yang melarang pengemudi untuk putar balik dan memaksa untuk melanjutkan perjalanan ke arah masuk kota Surabaya," ujarnya.

Tak lama kemudian, Habib Umar pun turun dari kendaraan tersebut. Saat itu, dia diduga melontarkan kata-kata yang tidak sopan kepada para petugas jaga.

" Seorang penumpang pria turun dari mobil dan melakukan ujaran kebencian dengan mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada petugas gabungan yang sedang melaksanakan pengamanan di pos cek point Exit Tol Satelit," ungkapnya.

" Tidak hanya itu, penumpang pria sempat melakukan tindakan melawan hukum terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Pengemudi Tak Pakai Masker

Trunoyudo menjelaskan, alasan petugas meminta putar balik terhadap pengemudi. Lantaran mobil tersebut bukan berasal dari Kota Surabaya.

" Pertama yang bersangkutan plat di luar L dan W maka dilakukan pengecekan juga maksud dan tujuannya kedatangan di Kota Surabaya. Kedua, sopir tidak menggunakan masker, ketiga kapasitas melebihi batas 4 orang," jelasnya.

Trunoyudo menegaskan insiden ini bakal ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

" Akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Masa pandemi semua masyarakat pahami benar kedisiplinan aturan Protokol kesehatan masing-masing tanggung jawab Pribadi dan keluarganya," tegasnya.

" Semangat dan pengabdian petugas di pos cek point adalah amanah undang-undang dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat," tutupnya.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Silahturahmi Online Bersama Keluarga Widi Mulia