Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah Presiden reformis Iran Hassan Rouhani mendapat tekanan keras atas longgarnya pengawasan terhadap media sosial internet. Pengadilan Iran kembali memberikan tenggat waktu satu bulan kepada Rouhani untuk memblokir layanan WhatsApp dan pesan instan populer lainnya.
Dalam pemerintahan Rouhani yang baru berusia satu tahun ini, kepala jaksa Gholam-Hossein Mohseni-Ejei menuduh Menteri Komunikasi Iran Mahmoud Vaezi telah gagal, untuk memblokir situs jejaring sosial dan aplikasi dengan konten yang amoral dan kriminal.
" Meskipun sudah diberi waktu tiga bulan, namun tidak ada tindakan yang efektif yang telah diambil untuk memblokir konten tak bermoral dan tidak Islami," kata Mohseni-Ejei, seorang ulama dan hakim berpengaruh di Iran, yang disampaikan kembali melalui WhatsApp, Viber dan Tango.
Ultimatumnya, dalam bentuk surat yang diangkat oleh media Iran pada Sabtu malam, dikeluarkan di tengah laporan penyelidikan polisi atas penyebarluasan materi ofensif terhadap pemimpin revolusi Islam Iran pada 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Sebelumnya Presiden Rouhani menyebut internet bukan ancaman tapi sebuah kesempatan.
Seperti televisi dan video musik di dekade sebelumnya, dunia maya telah dianggap sebagai ancaman bagi moralitas publik Iran. Juga berpotensi menyebarkan kebencian terhadap kekuasaan ulama Syiah di Iran.
Sudah banyak aktivis online dan blogger telah dipenjarakan dan dianiaya karena memprotes keras terhadap sengketa pemilihan kembali mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada tahun 2009. Tapi iklim telah sedikit mereda sejak pemilu tahun lalu mengesahkan Rouhani sebagai Presiden Iran.
Untuk mencegah protes pihak oposisi konservatif tentang kebebasan informasi terbatas, Menteri Komunikasi Vaezi berjanji Mei lalu untuk memperkenalkan apa yang disebut 'penyaringan pintar'. Kementerian hanya akan mencegah material yang dianggap 'cabul', mulai dari ketelanjangan perempuan sebagian hingga pornografi langsung. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya