Saudi Keluarkan Aturan Karantina Untuk Jemaah Umroh dari Luar Negeri

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 29 Oktober 2020 15:01
Saudi Keluarkan Aturan Karantina Untuk Jemaah Umroh dari Luar Negeri
Jemaah tidak perlu memakai pakaian ihram ketika tiba di wilayah Saudi.

Dream - Arab Saudi akan membuka Masjidil Haram untuk jemaah umroh dari dalam dan luar negeri pada 1 November. Jelang pembukaan, Saudi mengumumkan aturan karantina yang perlu diperhatikan para jemaah umroh dari luar negeri.

Kepala Departemen Perencanaan dan Strategi Kementerian Haji dan Umroh Saudi, Amr Al Maddah, mengatakan calon jemaah tidak disarankan mengenakan kain ihram ketika tiba di Saudi. Mereka diharuskan menjalani karantina lebih dulu selama tiga hari di hotel.

" Di hari terakhir mereka tinggal di hotel, perusahaan umroh yang bertanggung jawab atas mereka akan mengantarkan ke miqat terdekat untuk berihram dan melanjutkan ritual umroh," ujar Al Maddah.

Saat pembukaan umroh tahap ketiga pada 1 November, jemaah dari seluruh dunia diizinkan masuk ke kawasan Kerajaan. Ada sekitar 20 ribu jemaah, baik penduduk maupun pendatang, dapat melaksanakan ritual umroh dengan menerapkan aturan jaga jarak secara ketat.

1 dari 5 halaman

Weqaya

Al Maddah menjelaskan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) selalu memonitor situasi pandemi Covid-19 di setiap negara. Ini untuk membantu memberikan informasi kepada otoritas yang relevan sebelum jemaah umroh tiba.

Selanjutnya, Al Maddah mengatakan saat ini aplikasi Eatmarna sudah diunduh sekitar 3 juta kali dan lebih dari 1,4 juta orang telah mengajukan permohonan izin. Sedangkan sekitar 1 juta izin umroh dan sholat di Masjidil Haram telah diterbitkan.

Dia juga mengatakan jika terjadi angka kasus menanjak, otoritas bisa membatasi jumlah jemaah di berbagai titik. Sedangkan jaminan kesehatan penuh telah ditetapkan untuk memastikan kesehatan jemaah terjamin, khususnya dari potensi penularan Covid-19.

Lebih lanjut, Al Maddah mengatakan Weqaya akan mengumumkan negara mana saja yang dapat mengirimkan jemaah, bergantung pada jumlah infeksi. Dia memastikan perusahaan jasa umroh akan mendapat perkembangan informasi secara rutin.

Sumber: Arab News

2 dari 5 halaman

Pembukaan Tahap II, Masjidil Haram Tampung 15 Ribu Jemaah Umroh

Dream - Arab Saudi resmi menjalankan pembukaan tahap kedua Masjidil Haram pada 18 Oktober 2020. Jumlah jemaah dibatasi sebanyak 75 persen dari kapasitas normal.

Pada tahap ke dua pembukaan ini, jemaah diizinkan melaksanakan umroh dan sholat fardu berjemaah. Di tahap pertama, Masjidil Haram hanya boleh dimasuki jemaah umroh.

Di tahap ini pula, sebanyak 15 ribu jemaah diizinkan melaksanakan umroh. Sementara, 40 ribu jemaah bisa sholat fardu lima waktu di Masjidil Haram.

3 dari 5 halaman

Wajib Protokol Kesehatan

Jemaah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan selama melaksanakan ibadah. Seperti menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk masjid, jaga jarak, membawa alat ibadah sendiri.

Setiap jemaah umroh mendapatkan alokasi waktu selama 3 jam untuk menyelesaikan seluruh ritual umroh.

Jemaah sholat fardlu di Masjidil Haram© Saudi Press Agency

Jemaah Masjidil Haram (SPA)

Tak hanya Masjidil Haram, Otoritas Saudi juga membuka kembali Masjid Nabawi. Para jemaah diizinkan untuk beribadah di Raudhah mulai Minggu sore kemarin.

Lebih dari tujuh bulan, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ditutup. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sumber: Arab News

4 dari 5 halaman

Umroh Tahap ke Dua Dibuka, Jemaah Diizinkan Sholat di Raudhah

Dream - Arab Saudi akan kembali membuka penyelenggaraan umroh pada Minggu, 18 Oktober 2020. Di pembukaan tahap kedua ini, kesempatan umroh diberikan kepada 15 ribu jemaah dan 40 ribu jemaah diizinkan sholat fardlu di Masjidil Haram.

Kementerian Haji dan Umroh Saudi sudah meluncurkan aplikasi Eatmarna untuk pemberian izin calon jemaah umroh. Salah satu syaratnya, calon jemaah diharuskan terdaftar pada aplikasi Tawakkalna milik Kementerian Kesehatan Saudi.

Aplikasi Tawakkalna diperlukan agar otoritas setempat dapat memantau kondisi kesehatan dari setiap jemaah. Terutama ketika mereka sedang melaksanakan ritual umroh.

Pada Selasa kemarin, ada penambahan izin bagi jemaah. Lewat aplikasi Eatmarna, jemaah diizinkan beribadah di tiga tempat.

" Izin baru termasuk kesempatan sholat sekali di Masjidil Haram (Mekah), sholat sekali di Raudhah di Masjid Nabawi (Madinah), serta sekali berziarah ke makam Rasulullah," demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

 

5 dari 5 halaman

Kapasitas Terus Ditingkatkan

Operasional Masjidil Haram ketika umroh dibuka dijalankan dengan pengetatan protokol kesehatan. Ini untuk mencegah kembalinya penularan Covid-19.

Ibadah umroh sempat ditangguhkan pada 1 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Tetapi, bulan lalu Kementerian Haji dan Umroh Saudi setuju untuk membuka kembali penyelenggaraan umroh mulai 4 Oktober.

Tahap pertama berlaku untuk warga Saudi dan ekspatriat yang bermukim di wilayah Kerajaan. Kapasitas jemaah umroh ditetapkan sebanyak 6.000 orang dalam satu hari.

Pada tahap kedua nanti, kapasitas jemaah umroh diperluas menjadi 15 ribu orang. Sedangkan pada tahap selanjutnya, jemaah dari luar negeri sudah diizinkan melaksanakan umroh.

Namun demikian, keputusan pemberian izin kepada negara luar untuk mengirimkan jemaah umroh ditentukan setelah Saudi meninjau situasi yang terjadi. Juga setelah mengkaji jumlah kasus di tiap negara di seluruh dunia.

Sumber: Arab News

Beri Komentar