Merasa Agum Gumelar Hina SBY, Ani Yudhoyono Tak Happy

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 Maret 2019 16:00
Merasa Agum Gumelar Hina SBY, Ani Yudhoyono Tak Happy
"Tampaknya Ibu Ani merasa tidak `happy`," kata SBY.

Dream - Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi pernyataan Agum Gumlar yang menyebut Prabowo Subianto dpecat dari TNI karena pelanggaran pada peristiwa 97-98.

SBY mengaku harus membuat tanggapan karena sang istri, Kriatiani Herawati, yang tengah menjalani pengobatan kanker darah di Singapura merasa terganggu dengan pernyataan Agum.

" Saya harus menenangkan perasaan Ibu Ani yang terus terang terganggu dengan pernyataan Pak Agum Gumelar beberapa saat yang lalu," ujar SBY, dikutip dari Pojosatu.id, Jumat, 15 Maret 2019.

Dalam sebuah video, Agum memang menyebut nama SBY. Menurut dia, mantan Presiden ke enam Indonesia itu turut menandatangani surat pemecatan Prabowo, saat masih aktif di TNI.

Menurut SBY, istrinya tidak senang dengan kata-kata Agum. " Ibu Ani merasa tidak " happy" dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai " tidak punya prinsip" ," kata dia.

Ibu Ani, kata SBY, merasa sedih lantaran merasa memiliki kedekatan hubungan dengan keluarga Agum Gumelar. SBY membuktikan kedekatan itu dengan menyebut masuknya Linda Gumelar, istri Agum, sebagai menteri dalam pemerintahannya.

" Saya bisa meyakinkan Ibu Ani bahwa Pak Agum menyampaikan kata-kata tak baik itu karena hampir pasti tidak tahu dilema dan persoalan yang saya dan Partai Demokrat hadapi dalam Pilpres 2019 ini," ujar dia.

1 dari 2 halaman

Tanpa Sepengetahuan Jokowi

SBY mengatakan, ucapan Agum, yang kini menjabat Dewan Pertimbangan Presiden, bisa saja menjawab ucapan tersebut.

" Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana. Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik," kata dia.

Dalam situasi yang panas ini, SBY ingin mendinginkan suasana. Dia yakin, ucapan Agum tersebut tanpa sepengetahuan Presiden Joko Widodo.

" Sebab, di antara kami, Pak Jokowi dan saya, berada dalam sikap dan posisi untuk saling menghormati. Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moral pun memang harus demikian," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Tak Menyebar Berita ke Ani

Setelah jawaban itu, SBY ingin teman-teman dan kader Demokrat tidak mengabarkan berita yang mengganggu hati dan pikiran Ani. Sebab, dia ingin Ani dapat tenang dan konsentrasi menjalani pemulihan kanker.

" Sekali lagi, tolong ikut menjaga hati dan perasaan Ibu Ani dengan cara membatasi penyampaian berita atau isu yang bisa menambah beban pikirannya," ujar dia.

Sumber: Pojoksatu.id

Beri Komentar