Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Toko Barang Bekas (Foto: Siakapkeli.my)
Dream - Sebagian dari kita mungkin akan mengeluhkan biaya pendidikan anak-anak. Jika kamu termasuk salah satunya, ketahuilah bahwa di luar sana masih banyak lagi yang lebih susah.
Malah, ada yang tidak mampu menyisihkan uang sedikit pun untuk biaya pendidikan anak-anak.
Seperti kisah menyentuh yang diceritakan oleh Shuhaimi Zulkefli yang berjumpa dengan sebuah keluarga yang 'belanja' perlengkapan sekolah anak mereka.
Namun, mereka bukanlah belanja di pusat perbelanjaan yang mewah atau di gedung yang nyaman, tetapi hanya di sebuah tempat jual beli barang bekas.
Sudah pasti, tempat itu tidak nyaman, bau, dan yang dijual adalah barang-barang yang diambil dari tempat sampah.
" Semalam pergi ke tempat jualan barang bekas di Taman Medan (area di Selangor, Malaysia). Ke sana untuk mencari barang untuk proyek DIY aku.
Saat cari-cari barang, masuk satu keluarga suami-istri sekitar awal 30-an bersama dua anak mereka.
© Dream
Yang kakak sulung (sekitar 7 tahun) langsung ke bagian botol minum bekas berbagai jenis. Dia terlihat asyik saja 'belanja' sebuah botol minum yang masih ada air kotor di dalamnya.
Dia tunjukkan botol minum itu ke ayahnya yang menunggu di luar sambil pangku sang adik.
Aku pikir ayahnya pasti marah, tak mungkin mau beli botol minum bekas dari tempat pembuangan sampah. Tapi ternyata sang ayah balik tersenyum, menyiyakan pilihan sang anak.
Kini tiba giliran si kakak berusaha membeli perlengkapan sekolah.
© Dream
Tiba giliran sang istri yang tunjuk sebuah tas sekolah lusuh, sambil berkata " Masih cantik tidak tas ini, Abang?"
Dia kemudian memakaikan tas tersebut ke pundak anaknya tadi. Akhirnya, dengan wajah ceria, sang anak kini sudah siap bersekolah meski dengan perlengkapan bekas dari tempat sampah.
Ya Allah, sedih melihat mereka. Aku keluar dari sana tak tahan lihat drama yang membuat hati ini trenyuh.
Sementara keluarga lain sibuk belanja perlengkapan sekolah bagus-bagus di temmpat yang nyaman, ternyata masih ada keluarga yang hidup sangat sederhana dan masih bersyukur tetap bahagia.
Semoga Allah merahmati keluarga itu, murahkan rezeki dan bahagiakan mereka, Amin."
(Sumber: siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya