Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dajjal merupakan sosok makhluk bermata satu yang menjadi musuh besar Islam. Kehadirannya merupakan pertanda dunia memasuki akhir zaman. Ketika Dajjal muncul, maka semesta harus siap menghadapi kehancuran.
Konon, saat ini sudah banyak manusia yang menjadi pengikutnya. Alam pun sudah memberikan isyarat akan kemunculannya. Mulai dari menyusutnya Sungai Tiberias, sampai turunnya salju di Jazirah Arab, yang kian meluas.
Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan, Dajjal akan muncul pertama kali di wilayah Timur. Konon, banyak pihak yang meyakini wilayah yang dimaksud itu adalah negara Iran. Benarkah demikian? Berikut ulasannya.
Sebagai umat Islam, pasti sangat familiar dengan nama Dajjal. Makhluk ini adalah musuh besar selain iblis dan setan. Kabar tentangnya disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam hadis-hadisnya.
Sebagai Muslim, berita ini merupakan sebuah kabar yang pasti karena disampaikan langsung oleh sang Pembawa Kabar dari Tuhan semesta alam. Perkara Dajjal adalah masalah akidah dan keyakinan, sehingga apapun tentangnya, umat harus percaya dan siap menghadapi.
Konon dikabarkan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Dajjal akan muncul di wilayah Timur, sebagaimana diterangkan dalam beberapa riwayat. Salah satunya dari Fatimah binti Qais yang mendengar perkataan Nabi Muhammad,
" Tidaklah dia (Dajjal) di laut Syam, atau laut Yaman, tidak. Tetapi dari arah Timur. Dia dari arah timur, dia dari arah timur.." dan beliau berisyarat dengan tangannya ke arah timur." (HR. Muslim 2942, dan Abu Daud 4326).
Lantas apakah makna arah timur ini? Ternyata dalam bahasa syariat, mata angin hanya memiliki empat arah, yakni utara, selatan, timur, dan barat. Arah seperti tenggara, timur laut, barat daya, atau barat laut tidak dikenal dalam syariat.
Maka dari itu ketika Nabi menjelaskan tentang kiblat Kota Madinah, Beliau memerintahkan agar penduduk kota menghadap antara timur dan barat. Kota Madinah, berada di utara Mekah. Selama penduduk Madinah menghadap ke arah selatan (antara timur dan barat) maka dia dianggap telah menghadap kiblat.
" Daerah antara timur dan barat adalah kiblat." (HR. Nasai 2243, Turmudzi 342, Ibnu Majah 1011 dan dishahihkan al-Albani).
Lantas benarkah arah timur yang dimaksud tertuju pada negara Iran? Ternyata... baca selengkapnya di sini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya