Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Diantara kita pasti sering mendengar jika ada pahala yang tetap mengalir meski sudah meninggal. Ternyata tidak hanya pahala, dosa pun ada yang demikian. Meski sudah meninggal, tak lantas urusan dengan dunia berakhir begitu saja.
Perbuatan dosa yang pernah dilakukannya, menjadi warisan yang semakin memberatkan kehidupan alam barzah. Padahal, saat sudah meninggal, ruh manusia sangat membutuhkan penerangan dari pahala-pahala yang pernah dilakukan. Seperti yang dialami oleh pria berikut ini.
Sepanjang kematiannya, dosa-dosa akan terus mengalir dan tidak pernah berhenti hingga kiamat. Terlebih, jika ada manusia lain yang melakukan dosa seperti dirinya. Siapakah dia? Apa yang membuatnya mendapat warisan dosa sedemikian berat? Berikut ulasannya.
Pria ini sebenarnya sangat familiar. Ia merupakan pelopor untuk dosa membunuh sesama manusia. Adalah Qabil, salah satu putra dari Nabi Adam AS. Dosanya membunuh saudaranya, Habil, akan terus mengalir hingga hari kiamat, bahkan akan terus bertambah jika ada manusia lainnya yang melakukan hal yang sama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
" Barang siapa yang memulai perkara baik (yang disyariatkan) maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat. Dan barang siapa yang memulai perkara jelek maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat." (HR. Muslim)
Kisah ini bermula setelah Allah SWT menurunkan Nabi Adam AS dan Siti Hawa ke bumi. Setelah bertahun-tahun terpisah, keduanya akhirnya dipersatukan kembali dan membangun keluarga. Tidaklah Hawa melahirkan kecuali selalu kembar laki-laki dan perempuan.
Kisah selengkapnya baca di sini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya