Selama Sepekan, Bayi Rere Bertahan di Tengah Banjir Jakarta

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 9 Januari 2020 09:00
Selama Sepekan, Bayi Rere Bertahan di Tengah Banjir Jakarta
Bayi Rere dan orang tuanya terjebak di lantai dua rumah yang ditinggalinya.

Dream - “ Cucu saya ini baru saja dievakuasi setelah seminggu dikepung banjir.”

Kalimat tersebut meluncur dari mulut Joko. Kakek yang berjualan kopi di pinggir jalan itu menjelaskan sang cucu terjebak banjir di Jakarta. Rere, 14 bulan, kata Joko, terjebak selama sepekan.

Rere terisolir di lantai dua tempat tinggalnya di Kampung Duri Semanan, Jakarta Barat. Rere tak bisa mengungsi.

Rere dan keluarganya bertahan di lantai dua tanpa listrik dengan persediaan makanan dan minuman seadanya. Penantian Rere dan keluarganya untuk menyelamatkan diri di tempat aman akhirnya membuahkan hasil di hari ke tujuh.

Rere dan keluarga berhasil dievakuasi di tempat aman. Perjuangan tak cukup sampai di sana. Kampung yang masih terendam banjir, rumah dan harta benda yang tak terselamatkan, membuat Rere dan keluarganya memutuskan bertahan hidup di bedeng pinggir jalan yang digunakan kakek-neneknya untuk berjualan kopi sehari-hari.

“ Harta benda kami semua tidak terselamatkan, hanya menyisakan tempat jualan kopi ini yang bisa kami jadikan bertahan hidup sementara waktu,” kata Joko.

1 dari 4 halaman

Santri Siaga Bencana

 Bayi Rere bersama kakeknya dan Santri Tanggap Bencana PPPA Daarul Quran (Foto: Istimewa)© Istimewa

Merespons kondisi tersebut, tim Santri Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an berikhtiar meringankan beban Rere beserta keluarganya. Kebutuhan Rere yang masih balita tentu mendesak dan harus segera terpenuhi.

Alhamdulillah tim SIGAB bisa menyalurkan kebutuhan Rere dan keluarganya. Mohon doa agar air yang merendam kampung Duri Semanan cepat surut mereka bisa kembali ke kampungnya menata hidup dengan layak,” ujar Koordinator SIGAB PPPA Daarul Qur’an Sunaryo.

Sunaryo menuturkan, tim SIGAB PPPA Daarul Qur’an telah terjun ke titik-titik lokasi banjir di Jabodetabek dan Banten. Sejumlah bantuan yang menjadi kebutuhan mendesak warga seperti pangan dan logistik telah didistribusikan untuk para korban terdampak banjir.

“ Melalui tim SIGAB PPPA Daarul Qur’an, kami berusaha memberikan dukungan moril dan materiil yang menjadi kebutuhan warga. Semoga bantuan yang telah dan akan kami distribusikan dapat meringankan para korban terdampak banjir,” ujar dia.

2 dari 4 halaman

Viral Video Bupati Lebak Tembus Daerah Terisolir Akibat Banjir

Dream - Aksi Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya, berlari menuju lokasi bencana menjadi perbincangan di media sosial. Dalam aksi tersebut, Iti tampak berlari ke luar helikopter dan menemui warga.

Di laman Instagram pribadinya, @viajayabaya, Itu mengatakan bahwa aksi itu terjadi saat mengantarkan bantuan logistik ke Kampung Cigobang/Cibandung dan Gunungjulang.

" Alhamdulillah akhirnya saya ditemani Letkol Kav. Yudha Setiawan, SE (Dandim 0603 Lebak), Kompol. Wendy Andrianto, S.ik (Wakapolres Lebak), Budi Santoso (Incident Commander) bisa mengantarkan langsung bantuan logistik untuk saudara kita yg masih terisolasi di Kp Cigobang/Cibandung dan Gunung Julang menggunakan Helikopter," tulis Iti, diakses pada Kamis 9 Januari 2020.

Dalam unggahan itu, Iti terlihat berlari dan disambut warga. Dia berharap warga yang tertimpa musibah dapat melewati ujian ini.

" Apapun akan saya perjuangkan untuk saudara-saudara kita di lokasi terdampak musibah ini. Doakan saya agar selalu bisa mengabdikan diri untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah. Betapa pun tidak mudahnya yang kita hadapi, yakin kita bisa lewati ini bersama-sama," kata dia.

      View this post on Instagram

Assalamualaikum, Alhamdulillah akhirnya saya ditemani Letkol Kav. Yudha Setiawan, SE (Dandim 0603 Lebak), Kompol. Wendy Andrianto, S.ik (Wakapolres Lebak), Budi Santoso (Incident Commander) bisa mengantarkan langsung bantuan logistik untuk saudara kita yg masih terisolasi di Kp. Cigobang/cibandung dan gunungjulang menggunakan Helikopter. . Terimakasih juga kami ucapkan untuk Bpk. Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P, M.M Q.I.A (Panglima Kodam III/Siliwangi), Bpk. Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (Ka Bareskrim Mabes Polri), Kolonel Inf. Windyatno (Danrem 064/MY) dan seluruh jajaran TNI/POLRI yg telah menengok memberikan semangat dan bantuan untuk saudara2 kami, dan untuk seluruh Relawan yg tiada henti membantu kami, tetap jaga kesehatan, insha Allah lelah semua nya akan menjadi Ibadah ????. . Apapun akan saya perjuangkan untuk saudara2 kita di lokasi terdampak musibah ini. Doakan saya agar selalu bisa mengabdikan diri untuk saudara2 kita yg terkena musibah. Betapaun tidak mudahnya yg kita hadapi, yakin Kita bisa lewati ini bersama-sama.

A post shared by Iti Octavia Jayabaya (@viajayabaya) on

Menurut Liputan6.com, petugas BPBD Kabupaten Lebak, Mahmudin, menyebut bahwa terdapat 400 warga yagn menghuni lokasi pengungsian.

Dia berharap para korban longsor yang masih bertahan di pengungsian mandiri dan di perkampungannya, untuk mau dievakuasi turun ke lokasi pengungsian yang lebih aman. Sehingga mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

" Di sana sekitar 400 orang, pengungsinya dari Cigobang. Medannya lumayan, kita sekitar tiga jam tadi jalan. Mereka masih ada yang bertahan alasannya motor, terus keluarganya ada yang mau (ngungsi), ada yang enggak, jadi masih susah. Padahal sudah dibilangin, kalau mau dievakuasi kita kasih pengungsian yang aman. Saya aja masih ngeri, masih rawan," kata Mahmudin, Senin, 6 Januari 2020.

3 dari 4 halaman

Jokowi Panggil Gubernur Anies, Ridwan Kamil, dan Wahidin Bahas Banjir

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten, Wahidin Halim untuk membahas bencana banjir dan longsor yang terjadi di awal 2020.

Menurut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, persoalan bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah ini merupakan tanggung jawab bersama.

" Karena penanganan banjir baik di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, yang kemudian juga melibatkan kepala daerah yang ada. Kemarin kan presiden ke Bogor, kemudian ke Lebak, dan dalam waktu dekat juga akan ke Bekasi," kata Pramono, dilaporkan Liputan6.com, Rabu, 8 Januari 2020.

Pramono belum mengetahui apakah rapat tersebut membahas pengalihan penanganan banjir dari pemerintah provinsi ke pusat.

Terkait banjir Jabodetabek, Pramono meminta tidak ada pihak-pihak yang saling menyalahkan terkait bencana banjir yang terjadi di awal 2020.

" Dalam kondisi seperti ini tidak bisa kemudian ego sektoral masing-masing ditonjolkan, harus bersama-sama. Enggak bisa, enggak perlu juga menyalahkan siapapun lah. Ini adalah hal yang kita hadapi secara bersama-sama," ucap dia.

Banjir terjadi di beberapa lokasi di Jabodetabek pada 1 Januari 2020. Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 60 orang meninggal akibat banjir di tahun ini. Sementara itu, sebanyak 1.317 rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan 544 rumah rusak ringin.

Selain itu, terdapat 5 fasilitas umum rusak berat, 3 fasilitas pendidikan rusak ringan dan 2 rusak sedang, 2 fasilitas peribadatan rusak sedang dan 24 jembatan mengalami rusak berat.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham

4 dari 4 halaman

Pakai Tas Tutupi Kepala dari Hujan, Jokowi Mendadak Tinjau Banjir Sukajaya

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Januari 2019. Kunjungan ini di luar agenda Jokowi yang bermaksud ke Kabupaten Lebak, Banten.

Jokowi membagikan kunjungan tersebut di Instagram pribadinya. Jokowi mengatakan, mampir ke Sukajaya untuk memantau pembukaan akses jalan agar permukiman warga tak terisolir.

" Saya menyambangi Desa Harkat Jaya untuk melihat langsung pekerjaan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, penanganan warga terdampak bencana, serta proses distribusi bantuan," tulis Jokowi.

Dalam foto yang dia unggah, tampak hujan menyambut kedatangan Jokowi. Dia harus menutupi kepalanya dengan tas.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, mengatakan, Jokowi mengunjungi Kantor Desa Harkat Jaya yang menjadi lokasi pos bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Di sana, Jokowi memberikan paket bantuan.

Dalam perjalanan menuju Kantor Desa Harkat Jaya tampak beberapa ruas jalan yang baru dibuka karena tertutup akibat longsor. Dilaporkan Setkab, Jokowi sempat meninjau proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor dan berlokasi tidak seberapa jauh dari kantor desa.

Usai meninjau lokasi tersebut, Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk memastikan penanganan bagi para warga terdampak banjir di sana juga berjalan dengan baik.

Sehari sebelumnya, dalam sidang kabinet paripurna, Jokowi telah menginstruksikan jajaran terkait untuk turun langsung ke lapangan dalam melakukan penanganan banjir yang terjadi di beberapa wilayah. " Seluruh kementerian yang berkaitan dengan banjir benar-benar terus terjun ke bawah," kata dia.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna