Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Terpilih Joko Widodo
Dream - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan sejumlah menteri di periode kedua kepemimpinannya. Jokowi enggan membocorkan nama-nama menteri yang akan menduduki kursi menteri, beberapa kriteria menteri mulai tampak di permukaan.
" Banyak (yang dipertahankan)," kata Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 12 Juli 2019.
Meski begitu, Jokowi juga akan mempertimbangkan kriteria lain. Salah satunya, keterkaitan sosok menteri dengan kasus korupsi atau suap.
" Nanti dilihat. Semua hal meski kita pertimbangkan," ujar dia.
Ada tiga orang menteri di kabinet Jokowi saat ini yang terseret dan disebut dalam kasus korupsi atau suap.
Mereka diantaranya, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan Menteri Perdagangan, Engagartiasto Lukita, sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Jokowi juga telah meminta ketua umum partai politik (Parpol) untuk menyodorkan beberapa nama calon menteri. Selain itu, pencarian juga dilakukan dari sosok profesional.
Jokowi yakin, banyak generasi muda yang berpotensi menduduki kursi menteri di kabinet selanjutnya. " Kalau enggak ada dari partai kita cari sendiri dari profesional. Profesional muda kan banyak banget profesional-profesional muda," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, komposisi antara profesional dan parpol akan berimbang. " Ya kira-kira (porsinya) 60:40 atau 50:50," ucap dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memasukan salah satu generasi milenial dalam kabinet kerja untuk periode kedua pemerintahannya. Rencana ini menuai teka-teki bagi sejumlah ekonom.
Tokoh-tokoh besar di industri e-commerce tak lepas dari penilaian ekonom.
Ada dua tokoh muda yang dinilai kuat sebagai calon menteri. Dia adalah CEO Bukalapak, Achmad Zaky, dan CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nadiem Makarim.
Ekonom Insitute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai Nadiem dan Zaky unggul kalau terlibat pada posisi atau bidang ekonomi kreatif dan digital.
" Saya pikir mereka cocok jadi menteri muda. Kenapa? Karena mereka ini terbukti kreatif, jaringannya luas, memahami dunia ekonomi digital, dan tentunya punya integritas," kata Bhima kepada Liputan.6com, dikutip Dream, Kamis 4 Juli 2019.
Bhima mengatakan mereka cocok menjadi pimpinan Badan Ekonomi Kreatif atau menteri ekonomi digital. Jika menjadi pimpinan di ekonomi digital, sektor ini akan semakin maju di Indonesia.
“ Mereka paham selama ini apa hambatan ekonomi digital di Indonesia,” kata dia.
Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah mengatakan, potensi generasi muda RI untuk menjadi menteri memang sangatlah besar. Piter menuturkan, mulai dari kalangan partai politik hingga pengusaha sukses, masyarakat tak bisa antipati pada keberadaan dan kinerja cemerlang anak muda dalam negeri.
" Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) oke, kenapa tidak? Angela Tanoesoedibjo, jelas oke, kita jangan underestimate,” kata dia.
Piter mencontohkan sosok yang semula tak diperhitungkan, seperti pengusaha mebel, bisa menjadi walikota dan menjadi presiden.
" Dan Menteri Susi dulu pertama kali jadi menteri semua orang underestimate. Ternyata beliau termasuk menteri terbaiknya Pak Jokowi," kata dia.
Sebelumnya, sejumlah ekonom menilai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat menteri dari generasi muda atau negerasi milenial pada periode selanjutnya sangat mungkin dilakukan.
Ekonom Insitute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menjelaskan, Indonesia dapat meniru Malaysia dalam mengangkat Syed Syaddiq sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Bhima melanjutkan, potensi anak muda RI untuk terlibat di bidang kepemerintahan sangatlah besar. Apalagi, saat ini jumlah milenial Indonesia sudah menyentuh 90 juta orang.
" Malaysia sudah punya Menpora usia muda, Syed Sadiq. Kenapa Indonesia tidak bisa? Banyak milenial yang potensial. Apalagi kita akan menyambut puncak bonus demografi di 2030. Anak muda itu kreatif, inisiatif, berani dan relatif tdak tunduk pada tekanan politik," tuturnya kepada Liputan6.com, Rabu, 3 Juli 2019.
Namun, pada kesempatan ini, Bhima berpesan bahwa Presiden Jokowi sebaiknya mengisi anak muda untuk posisi Kemenpora, Bekraf, hingga Menteri Pariwisata.
" Syukur-syukur ada kementerian ekonomi digital. Itu bisa di isi pos anak muda," terangnya.
Seirama, Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengungkapkan, anak muda atau generasi milenial sebaiknya ditempatkan untuk posisi yang membidangi olahraga ataupun seni dan budaya.
" Saya kira bukan untuk posisi-posisi vital khususnya dibidang politik hankam dan ekonomi. Generasi muda atau milenials sangat mungkin untuk posisi menteri yang membidangi olahraga dan seni budaya, atau menteri bidang sosial dan peran wanita," ujarnya.
" Kalaupun untuk bidang ekonomi, posisi yang bisa diisi oleh generasi muda saya kira adalah ekonomi kreatif," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya