JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Temuan Benda Obyek Diduga Cagar Budaya Batu Penggilingan Di Jl TB Simatupang (Liputan6.com)
Dream - Sebuah batu yang kerap diduduki penumpang yang menunggu angkot di Jakarta Timur ternyata menyimpan nilai sejarah. Batu tersebut adalah batu penggilingan yang digunakan untuk industri gula di Batavia abad ke-18.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, batu Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berlokasi Jalan TB Simatupang, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ada lebih dari satu batu dengan bentuk yang sama ditemukan di sejumlah wilayah di Jakarta Timur
Batu tersebut telah dievakuasi dan saat ini disimpan di Balai Budaya Condet. Iwan mengatakan langkah ini sebagai upaya penyelamatan obyek yang terlindungi.
" Ini merupakan upaya perlindungan dan penyelamatan agar obyek lebih terlindungi karena selama ini berada di trotoar jalan yang rentan rusak, baik karena cuaca atau tindakan vandalisme," ujar Iwan.
Selain di trotoar, batu penggilingan juga ditemukan di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, dan di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung. Total batu yang ditemukan ada lima buah.
Iwan menjelaskan proses yang dijalankan terhadap batu-batu tersebut setelah evakuasi yaitu konservasi dengan pembersihan. Kemudian, dilakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan.
Usai proses konservasi, pihaknya memberikan narasi terkait sejarah batu tersebut. Ini sebagai edukasi tentang aspek sejarah yang melekat pada batu tersebut.
Batu-batu itu kemudian menjadi koleksi museum di Balai Budaya Condet. Masyarakat dapat menyaksikan hasil penemuan batu-batu itu.
" Selain diletakkan di Balai Budaya Condet, saat ini salah satu batu penggilingan lainnya juga berada di Museum Sejarah Jakarta," kata dia.
Batu penggilingan digunakan pada industri gula abad ke-17 dan ke-18. Batu ini berfungsi menggiling tebu untuk mendapatkan sarinya yang kemudian diolah menjadi gula pasir.
Di abad tersebut, Batavia merupakan pemasok gula untuk China dan Jepang. Ketika VOC menguasai Batavia, perusahaan dagang tersebut membuat larangan penjualan gula selain kepada VOC.
Masa kejayaan industri gula Batavia berlangsung pada 1710. Saat itu, ada 130 pabrik gula milik pengusaha China berdiri dan sebagian besar berlokasi di dekat Sungai Ciliwung, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
