Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ketua Majelis Hakim kasus dugaan penistaan agama, Dwiarso Budi Santiarto, akhirnya memerintahkan pemutaran video rekaman penjelasan almarhum KH Abdurrahman Wahid tentang Surat Al Maidah 51.
Dalam video itu, Gus Dur menyampaikan hampir di setiap Pilkada ada oknum memakai surat Al Maidah ayat 51 dalam kampanye. Ayat tersebut digunakan untuk menyerang lawan politik yang non-Islam.
Selain itu, Gus Dur juga menafsirkan kata bahwa " kafir" itu ditujukan kepada orang yang tidak bertuhan.
" Saya bilang, kafir itu bukan orang Kristen dan orang Yahudi. Kenapa? Yang dinamakan kafir di dalam Alquran adalah orang-orang yang enggak bertuhan. Belum bisa baca Alquran sudah ngomongin Alquran. Lah iya karena itu semuanya nyoblos Ahok. Kalau omongan orang tolol enggak usah didengarkan, betul?" ucap Gus Dur dalam video yang diputar di sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 4 April 2017.
Rekaman tersebut dibuat pada 2007, bertepatan dengan Pilkada Bangka Belitung. Saat itu, Ahok merupakan satu-satunya Calon Gubernur Bangka Belitung yang bukan Muslim.
Presiden ke empat Indonesia itu pun tidak mempersoalkan orang non-Muslim memimpin pemerintahan. Menurut Gus Dur, soal pemerintahan berbeda dengan ibadah.
" Saya bilang, ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur. Kenapa? Kalau orang Kristen dan Yahudi tidak rela dengan kita, kita juga enggak rela dengan siapapun. Apa Anda mau sholat di belakang orang Yahudi? Ya enggak mau. Tapi kalau pemerintahan, tidak apa-apa," ucap dia.
Menurut Gus Dur, ketika memilih orang sebagai pemimpin hendaknya memperhatikan kejujuran serta kinerjanya. Sehingga, pemimpin tersebut dapat menyejahterakan warganya.
" Basuki Ahok sudah membuktikan diri menjadi Bupati yang baik di Belitung Timur. Hidup Ahok! Bisa enggak sekarang orang berobat enggak bayar? Bayar Rp5.000 untuk semua penyakit. Kenapa itu bisa? Karena jujur, dia enggak ikut makan. Yang lain malah pengobatan ditilep. Enggak usah takut-takut, saya datang dari Jakarta demi kebenaran. Kalau politik enggak ada hubungannya dengan agama," kata Gus Dur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya