6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehadiran nenek, kakek, atau saudara lain dalam pengasuhan anak untuk Indonesia merupakan hal lumrah. Apalagi jika ibu bekerja setiap hari. Perlu diketahui, pola asuh tiap orang berbeda dan akan sangat berpengaruh pada kepribadian anak.
Psikolog anak Ratih Zulhaqqi mengungkap, salah satu dampak menitipkan anak ke orangtua, adalah menularnya sifat negatif yang dimiliki sang kakek atau nenek pada cucu.
Kalau ditanya seberapa besar pengaruh pengasuhan seorang nenek atau kakek, kata Ratih, dipastikan dulu seberapa lekat cucu dengan nenek dan kakeknya, juga seberapa dominan si nenek dan kakek terhadap cucunya.
" Kalau semakin dominan dan semakin lekat, pasti akan berpengaruh. Minimal mewarisi karakter dasar si neneknya," kata Ratih kepada Liputan6.com.
Anak selalu akan melakukan apa yang mereka lihat. Apabila nenek atau kakeknya memiliki perilaku negatif, seperti suka menyebar berita bohong atau senang mendramatisasi suatu keadaan, tidak menutup kemungkinan cucu pun akan melakukan hal yang serupa.
" Suka menyebar hoaks dan segala macamnya bisa dibilang sebagai provokator. Mungkin, ada karakter dasar yang emosional di situ," kata Ratih.
Menurut Ratih, tidak ada provokator yang tidak emosional. Pasalnya, mereka harus berperan seemosional mungkin agar " drama" yang diciptakan bisa diterima oleh orang lain.
" Kalau nanti cucunya sudah paham akan hal itu dan si nenek sangat dominan dan sangat dekat, mungkin saja bisa, sih," kata Ratih.
Akan tetapi kalau nenek atau kakek tidak terlibat dalam pengasuhan serta tidak terlalu lekat juga, hanya sesekali bertemu, belum tentu sikap dan kebiasaannya diserap oleh cucu.
" Jadi, yang mendasar adalah karakter orangtua. Risikonya titipin sama nenek, ya seperti ini. Mau tidak mau kita memang harus terima anak kita diapakan saja," katanya.
Sumber: Aditya Eka Prawira/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya