Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi (Sumber: Setkab.go.id)
Dream - Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi, menegaskan, keterangan pers yang dibuat mantan Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, merupakan urusan pribadi. Johan meminta pernyataan itu tidak dikait-kaitan dengan Preisden Joko Widodo atau Jokowi.
" Apa yang dibicarakan oleh Pak Antasari, apa yang tidak dibicarakan oleh Pak Antasari terkait dengan perjalanan masa lalunya itu adalah urusan pribadi Pak Antasari sendiri. Jangan dikait-kaitkan dengan Presiden,” kata Johan, sebagaimana dikutip Dream dari laman setkab.go.id, Selasa 14 Februari 2017.
Johan mengingatkan, suara Antasari tidak hanya saat ini saja. Sejak dahulu, kata dia, Antasari telah menyuarakan perlakuan yang tidak adil. “ Bahasa yang digunakan oleh Pak Antasari adalah kriminalisasi. Itu urusannya Pak Antasari sendiri,” ucap dia.
Selain itu, Johan juga membantah tudingan yang menyebut pemberian grasi kepada Antasari sebagai alat untuk menyerang pasangan calon gubernur di pilkada DKI Jakarta, seperti yang ditulis Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, melalui Twitter.
" Tidak ada kaitannya dengan urusan politis," ucap dia.
Sebelumnya, Antasari menyebut ada rekayasa terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang menyeretnya ke dalam penjara. Dia minta SBY jujur karena tahu masalah itu.
Atas tudingan ini, SBY langsung berkicau di Twitter. Dia menyebut pengakuan Antasari itu sebagai serangan. Tak hanya itu, SBY menyebut keterangan itu sebagai upaya menjegal Agus Harimurti Yudhoyono dalam persaingan Pilkada DKI Jakarta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya