Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Suami istri dilaporkan nekat mengakhiri hidup bersama. Keduanya terjun dari lantai 6 sebuah hotel di Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Cisarua, Komisaris Supriyanto, membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, kejadian tersebut berlangsung pada Senin dini hari, 20 Desember 2021.
" Betul. Lompatnya dini hari sekitar jam 1 pagi. Anaknya ada di kamar tapi yang lompat suami istri," ujar Supriyanto.
Dari informasi yang dia dapat, korban adalah keluarga TNI. Sehingga penanganan kasus ini diserahkan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom).
" Tadi yang olah TKP bersama dengan Denpom. Kita serahkan ke Denpom (penanganannya)," kata dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, Supriyanto mengatakan pasangan suami istri ini tidak melompat bersamaan. Menurut dia, sang istri melompat lebih dulu disusul suaminya.
Keduanya juga disebutkan sempat bertengkar. Tetapi, Supriyanto tidak menyebutkan apa yang menjadi pemicu pertengkaran tersebut.
" Kami sudah serah terima dengan teman-teman dari Denpom setelah olah TKP tadi," ucap dia, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Bocah di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaporkan mengakhiri hidupnya sendiri diduga tidak kuat menghadapi fitnah dari teman bermainnya. Jasad korban ditemukan sang ayah di kamarnya pada Rabu, 8 September 2021 pukul 8 malam.
" Menggunakan tali plastik yang biasanya dipakai untuk menggantung lampu," ujar Kanitreskrim Polsek Sleman, Iptu Eko Haryanto.
Dari keterangan yang dikumpulkan, Eko mengungkapkan korban sempat bermain bersama teman-temannya di kamar sebelum meninggal. Saat maghrib, teman-teman korban pamit pulang.
Selang beberapa menit sebelum ditemukan meninggal, Eko mengatakan korban sempat mengirim pesan kepada salah satu teman perempuannya. Lewat pesan itu, korban mengeluhkan menjadi korban fitnah.
" Di chatnya, 'kenapa kamu? Ya banyak orang yang memfitnah saya. Lha kenapa? Ya karena aku dekat kamu karena kamu cantik'," kata Eko membacakan isi pesan korban.
Korban juga sempat membuat status di WhatsApp yang isinya masih seputar fitnah yang diterima korban.
Eko melanjutkan, sang ayah mengaku tidak pernah mendapat cerita dari korban mengenai kondisinya. Demikian pula dengan kakaknya. Korban selama ini tidak pernah bercerita apapun soal masalah yang dihadapinya.
Lebih lanjut, korban adalah bungsu dari tiga bersaudara. Dia dirawat sendirian oleh ayahnya karena sang ibu sudah meninggal, dikutip dari Merdeka.com.
Untuk Sahabat Dream pahami, bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila kamu, teman, saudara, atau keluarga yang dikenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Dream - Dua orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pencungkilan mata seorang bocah di Gowa, Sulawesi Selatan. Keduanya adalah kakek dan paman korban.
" Kakek dan paman korban telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar E Zulpan.
Seorang bocah di Gowa mengalami kekerasan berupa pencongkelan bola mata oleh orangtuanya sendiri. Diduga, perbuatan itu dipicu praktik ilmu hitam dan motivasi kekayaan secara instan.
Menurut Zulpan, orangtua korban diduga mengalami halusinasi. Keduanya beranggapan dalam tubuh korban terdapat penyakit yang harus dikeluarkan dengan cara mencungkil bola mata.
Karena diduga mengalami gangguan mental, polisi memutuskan mengirim ayah dan ibu korban ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi Makassar. Keduanya menjalani observasi untuk menentukan kondisi kejiwaan orangtua korban.
" Sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari RSJ Dadi," kata Zulpan.
Saat ini, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa. Korban juga didampingi secara intensif oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa.
" Korban akan dilakukan operasi mata bagian kanan," ucap Zulpan, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya