Kamis, 22 Oktober 2026 Cari

Pengantin di Jatim Donasikan Hadiah Pernikahan untuk Rohingya

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 12 September 2017 19:00
Pengantin di Jatim Donasikan Hadiah Pernikahan untuk Rohingya
Awalnya, pasangan pengantin ini berniat menyumbangkan hadiah pernikahannya untuk Palestina.

Dream - Pernikahan merupakan peristiwa yang tak akan dilupakan setiap orang. Tidak hanya mempelai, kebahagiaan juga dirasakan oleh sanak saudara hingga teman-temannya.

Di tengah peristiwa bahagia itulah, pasangan asal Kediri, Miqdad Rabbani dan Fudhla Zahida, tidak melupakan kepedihan etnis Muslim Rohingya yang menjadi korban kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Pada hari bahagia itu, Minggu 10 September 2017, pasangan pengantin baru itu menyumbangkan hadiah pernikahan atau buwuhan manten mereka untuk etnis Muslim Rohingya.

Menurut ayah Zahida, Nonot Suhartono, awalnya keluarganya telah berencana mendonasikan uang sumbangan pernikahan itu untuk korban di Palestina.

"Namun saat ini saudara kita di Rohingya lebih membutuhkan," kata Nonot, dilansir laman resmi Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

1 dari 4 halaman

Doa untuk Mereka

Doa untuk Mereka © Dream

Laznas LMI sebagai bagian dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar menerima donasi buwuhan manten tersebut.

“Semoga bantuan ini menjadi salah satu sarana keberkahan bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga,” tutur Agus Supriono, Manager Area Jatim 1 Laznas LMI.

Kisah pernikahan yang inspiratif ini menjadi perbincangan di media sosial. Akun Facebook Asri Istiqomah menyebut pernikahan Miqdad dan Zahida sebagai 'pernikahan inspiratif'.

"Pasangan pengantin baru di Pare, Kediri, ini sepakat menyumbangkan semua salam tempel di acara resepsi pernikahan mereka untuk Rohingya. So sweet-nya sampe surga, Masya Allah," tulis Asri.

2 dari 4 halaman

Bantu Rohingya, Istri Erdogan 'Jihad' ke Myanmar

Bantu Rohingya, Istri Erdogan 'Jihad' ke Myanmar © Dream

Dream - Penderitaan etnis Rohingya mengetuk hati masyarakat dunia, termasuk Ibu Negara Turki Emine Erdogan. Istri dari Recep Tayyip Erdodan itu sempat bertemu pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Bangladesh.

Emine mengatakan negaranya akan mengangkat isu Muslim Rohingya di pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA).

Ibu negara Turki itu diketahui mengunjungi distrik pesisir Cox's Bazar beberapa jam setelah tiba di Dhaka. Di daerah ini terdapat beberapa kamp pengungsian etnis Rohingya.

Emine menggelar kunjungan di tengah desakan global yang menuntut segera diakhirinya kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya. Usai berkunjung ke kamp di Kutupalong, Emine menjamin negaranya akan selalu berada di samping pengungsi Rohingya.

Dia menambahkan suaminya akan membawa masalah Muslim Rohingya di UNGA untuk mencari solusi secepatnya.

3 dari 4 halaman

Tangis Emine Erdogan

Tangis Emine Erdogan © Dream

Emine mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Bangladesh karena telah memberi perlindungan kepada Muslim Rohingya.

Saat kunjungan itu, Emine menangis ketika memeluk seorang anak Rohingya. Dia benar-benar bersedih melihat kesengsaraan yang dialami para pengungsi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang mendampingi Emine, mengatakan pihaknya mendesak masyarakat internasional untuk menekan Myanmar agar menyelesaikan masalah Muslim Rohingya.

Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali dan Menteri Urusan Luar Negeri Md Shahriar Alam turut mendampingi Emine.

 

4 dari 4 halaman

164.000 Jiwa Mengungsi

164.000 Jiwa Mengungsi © Dream

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul pertumpahan darah terakhir di Negara Bagian Rakhine yang mengakibatkan migrasi besar-besar etnis Rohingya ke Bangladesh. Sebanyak 164.000 jiwa berpindah sejak eksodus mulai terjadi dua pekan lalu, menurut data PBB.

Bahkan World Food Program (WFP) memperkirakan jumlah total bisa mencapai 300.000 orang. Kekerasan yang dialami etnis Rohingya telah memantik kemarahan dan kecaman internasional.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menulis surat resmi kepada Presiden Dewan Keamanan untuk mengungkapkan keprihatinannya. Dia juga menghargai Bangladesh karena mengizinkan pengungsi Rohingya masuk ke wilayahnya.

Presiden Erdogan menelepon rekannya Presiden Bangladesh Md Abdul Hamid pada pekan lalu. Dia mendukung tindakan yang diambil oleh Bangladesh mengenai masalah pengungsi Rohingya minggu lalu.

Erdogan menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang sedang berlangsung di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

(Sah/Sumber: bdnews24.com)

Beri Komentar