Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Suku Orang Rimba Jambi Sebelum Dan Sesudah Memeluk Islam (AFP/Goh Chai Hin)
Sejumlah anggota suku Orang Rimba Jambi merasakan kehidupan mereka menjadi mudah.
Dream - Muhammad Yusuf meyakini perpindahan kepercayaannya dari animisme ke Islam membuat hidupnya lebih mudah. Apalagi, hal itu mendapat dukungan dari pemerintah.
Yusuf merupakan salah satu anggota suku Orang Rimba di pedalaman Kabupaten Batanghari, Jambi. Dia kini telah memeluk Islam.
"Alhamdulillah, pemerintah sekarang memberi perhatian pada kami, sebelum kami pindah keyakinan, mereka tidak peduli," ucap Yusuf kepada AFP.

Keluarga Yusuf kini tinggal di gubuk panggung. Anak-anaknya kerap berkumpul di dalam rumah, mengenakan peci dan hijab, belajar membaca Alquran.
© Dream
Dream - Yusuf merupakan sebagian kisah tentang Orang Rimba yang memeluk Islam. Masih banyak anggota suku ini yang belum mau memeluk Islam dan masih bertahan dengan cara hidup lama.
Yusuf dan kelompoknya memutuskan masuk Islam dan meninggalkan cara hidup nomaden sejak Januari lalu. Mereka ingin memperbaiki kehidupan setelah hutan yang selalu menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan hidup telah rusak.

Pemerintah menganggap hal ini sangat tepat. Tetapi, pandangan tersebut mendapat kecaman dari para aktivis lantaran pemerintah dinilai gagal memberikan hak pada kaum pribumi, khususnya suku Orang Rimba.
Tercatat sebanyak 200 orang dari jumlah total anggota suku Orang Rimba yang mencapai 3.500 jiwa, telah memeluk Islam. Ini berkat pendekatan LSM Islam yang dibantu Kementerian Sosial.
Setelah memeluk Islam, Yusuf mengakui kehidupannya bersama keluarga dan kelompoknya menjadi semakin mudah. Dia kini memiliki akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anaknya.
"Lebih baik tinggal di desa seperti ini, kehidupan kami jauh lebih baik," kata Yusuf.
© Dream
Dream - Meski demikian, tidak semua Orang Rimba mau masuk Islam. Kebanyakan alasannya karena mereka masih memegang teguh kepercayaan lama.
"Menurut tradisi kami, pindah keyakinan itu tidak diperbolehkan," ucap pemimpin kelompok Mail, yang namanya tidak bisa disebutkan.
"Kami takut jika kami pindah keyakinan, kami akan ditangkap harimau," kata dia.
(ism, Sumber: AFP)