Misteri Benda yang Jatuh dari Langit Madura Terkuak

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 28 September 2016 13:14
Misteri Benda yang Jatuh dari Langit Madura Terkuak
Setelah beberapa lama mengundang rasa penasaran masyarakat, teka-teki mengenai benda misterius itu akhirnya terkuak. Ternyata itu adalah...

Dream - Beberapa waktu lalu, warga Desa Lombang, Sumenep, Madura, digegerkan benda misterius yang tiba-tiba jatuh dari langit. Benda misterius berbentuk mirip drum minyak yang penuh dengan lilitan plastik hitam itu menimpa kandang ternak milik salah seorang warga.

Awalnya benda misterius itu diduga bagian dari pesawat. Sejumlah tim peneliti, termasuk dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) diterjunkan ke lokasi untuk menyelidiki benda apa gerangan.

Setelah beberapa lama mengundang rasa penasaran masyarakat, teka-teki mengenai benda misterius itu akhirnya terkuak. Benda itu ternyata bukanlah bagian dari pesawat terbang, sebagaimana dugaan masyarakat.

Benda itu ternyata......

1 dari 2 halaman

Benda Misterius Itu Ternyata....

Benda berupa tabung yang ditemukan di Sumenep, Jawa Timur, pada Senin 26 September itu ternyata bukanlah bagian pesawat terbang sebagaimana dugaan semula. Benda itu ternyata merupakan sampah antariksa pecahan bekas roket Falcon 9 R/B. Kesimpulan ini disampaikan Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin.

Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan adanya kesesuaian antara lintasan benda hasil pengamatan dan model dengan fakta di lapangan. Kepingan yang ditemukan adalah bagian dari roket tingkat atas yang digunakan untuk meluncurkan satelit komunikasi JCSAT 16 milik Jepang pada 14 Agustus 2016. Roket milik Space-X, Amerika Serikat ini diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat.

Thomas mengatakan, LAPAN selalu memantau seluruh sampah antariksa yang melintas di wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan, pada 26 Agustus 2016 terdapat dua sampah antariksa yang melintas di wilayah Indonesia dan berpotensi jatuh, yaitu pecahan roket Delta 2 PAM-D dan Falcon 9.

Delta 2 PAM-D melintasi Pulau Madura pada pukul 06.27 WIB. Sementara itu, Falcon-9 melintasi pulau itu pada pukul 09.21 WIB sesuai dengan kisaran waktu jatuhnya benda tersebut, yaitu antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

2 dari 2 halaman

Bagaimana Bisa Jatuh di Madura?

Djamaluddin mengatakan, roket tingkat pertama Falcon-9 dapat mendarat kembali ke Bumi dan dapat digunakan kembali. Namun, roket tingkat dua yang mengantarkan satelit sampai ke orbit geostasioner tidak dapat kembali lagi. Setelah roket tingkat ke dua melepaskan satelit, bekas roket tersebut akan mengorbit Bumi.

Selama mengorbit, bekas roket yang sudah menjadi sampah antariksa memasuki atmosfer padat berulang-ulang sehingga mengalami pengereman. Dengan demikian, ketinggian roket semakin rendah.

" Pada 26 September 2016, bekas roket tersebut diperkirakan memasuki ketinggian kritis, sekitar 120 kilometer di atas permukaan bumi. Di ketinggian kritis tersebut, bekas roket belum mampu melawan gesekan atmosfer sehingga masuk ke atmosfer bumi, kemudian terbakar dan dalam beberapa menit jatuh ke bumi," ujar Thomas dikutip dari lapan.go.id.

Ia melanjutkan, pada umumnya pecahan roket berupa logam. Sebagian besar sampah antariksa tidak mengandung radioaktif. Namun, Thomas mengimbau masyarakat untuk tidak memegang benda antariksa tersebut karena mungkin saja mengandung bahan kimia beracun, misalnya racun yang berasal dari sisa bahan bakar roket, meskipun pada umumnya bahan bakar roket sudah habis ketika jatuh ke bumi. Kemungkinan adanya bahan beracun ini masih harus diteliti lebih lanjut.

Beri Komentar