Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Nomikou P., M. Paulatto, L.M Kalnins Dan D. Lampridou)
Dream - Legenda Atlantis adalah salah satu mitos tertua umat manusia. Legenda ini pertama kali didengungkan oleh filsuf Yunani, Plato, pada sekitar 360 SM.
Plato menggambarkan Atlantis adalah negeri yang makmur yang menghilang tanpa jejak setelah tenggelam ke laut.
Beberapa ratus tahun kemudian, banyak orang percaya bahwa Santorini, salah satu pulau di Kepulauan Cyclades di tengah Laut Aegea adalah Atlantis.
Sayang, negeri indah dengan kebudayaan Minoa itu lenyap disapu oleh tsunami yang disebabkan letusan gunung berapi.
Dan sebuah studi baru menunjukkan tsunami itu kemungkinan disebabkan oleh aliran piroklastik (batuan klastik yang terbentuk dari material vulkanik) ke laut. Teori ini dianggap menantang teori sebelumnya.
© Dream
Dream - Letusan di Santorini pada tahun 1500 SM menyebabkan tsunami besar yang diduga sebagai faktor yang menyebabkan berakhirnya kebudayaan Minoa.
Bukti-bukti adanya gelombang tinggi setidaknya sembilan meter telah ditemukan di beberapa situs di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Atlantis di Maroko?
Studi sebelumnya menduga bahwa runtuhnya kawah gunung berapi (kaldera) ke laut menyebabkan tsunami.
© Dream
Dream - Namun para peneliti dari National and Kapodistrian University of Athens mengajukan teori yang berbeda. Para peneliti menganalisis dasar laut di bawah kaldera, dan menemukan bukti yang menunjukkan kaldera tidak terhubung ke laut ketika itu runtuh.
Temuan terbaru menyebutkan bahwa kaldera dibanjiri oleh air laut setelah letusan terjadi. Tetapi banjir itu sendiri tidak mungkin menciptakan tsunami.

Ilustrasi
Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa piroklastik dalam volume yang besar dari gunung berapi mengalir dalam kecepatan tinggi ke laut, sehingga cukup kuat dalam menggerakkan air untuk menciptakan tsunami.
© Dream
Dream - Dalam tulisan mereka, yang diterbitkan di Nature, para peneliti yang dipimpin oleh Paraskevi Nomikou, menulis temuan menarik
" Tsunami dalam skala regional yang dikaitkan dengan letusan gunung berapi tercipta oleh genangan aliran piroklastik, yang kemungkinan ditambah dengan longsornya massa endapan piroklastik dengan cepat dari lereng gunung ke arah laut."
![]()
Bukti lain yang mendukung teori ini adalah endapan piroklastik di Santorini memiliki ketebalan hingga 60 meter.
(Ism, Sumber: dailymail.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya