Kopilot dan 2 Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 12 Januari 2021 19:21
Kopilot dan 2 Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi
3 korban terkonfirmasi melalui hasil validasi empat kantong jenazah.

Dream - Tiga korban Sriwijaya Air SJ-182 kembali teridentifikasi. Mereka terkonfirmasi melalui hasil validasi empat kantong jenazah.

" Tim Inafis (Indonesia Automatic Finger Print Identification System/Identifikasi TKP) Polri berhasil identifikasi tiga korban," ujar Kepala Pusat Inafis Polri Brigjen Hudi Suryanto di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 12 Januari 2021.

Tiga korban baru teridentifikasi yakni Asy Habul Yamin dengan nomor kantong temuan 0072 dan 0029. Dari dua kantong itu diketahui memiliki identitas yang sama.

" Jadi ada dua bagian tubuh yang merupakan satu kesatuan. Korban kelahiran Sintang, 31 Mei 1984, pria, dan beragama Islam, tinggal di Pesanggrahan, dengan nomor manifes 40," jelas Hudi.

 

1 dari 6 halaman

Korban Kedua

Korban kedua yang teridentifikasi dari kantong bernomor 0020, bernama Fadly Satrianto. Berjenis kelamin pria, kelahiran Surabaya 6 Desember 1982, beragama Islam. Alamat, Teluk Penanjung, Flamboyan Jawa Timur, terdaftar dengan nomer manifest 31.

" Ini adalah co-pilot Sriwijaya. Kami sudah perbandingkan sidik jarinya dengan e-ktp telunjuk korban ini cocok," ungkap Hudi.

Korban ketiga yang teridentifikasi, bernama Khasanah dari nomor kantong jenazah 0040. Memiliki tempat tanggal lahir Lamongan 28 Desember 1970.

Berjenis kelamin perempuan, beragama Islam, beralamat di Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat.

" Korban terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifest 28. Ini juga sudah kami perbandingan sidik jarinya, jempol kanan antara yang ada di e-KTP dengan bagian tubuh dari kantung mayat tersebut. Kita temukan 12 titik kesamaan, sehingga bisa dinyatakan itu adalah identik," ucap Hudi.

Dari manifes diketahui, Habul Yamin dan Khasanah merupakan penumpang Sriwijaya Air. 

 

 

2 dari 6 halaman

Dengan teridentifkasinya tiga korban hari ini, total sudah ada empat korban yang berhasil diketahui.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat ini telah mengungkap satu identitas korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ-182.

Adapun nama korban ialah Okky Bisma seorang warga Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Okky merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Mengacu pada manifes, Okky merupakan pria kelahiran Jakarta 1991. Data-data tersebut dikatakan cocok dengan yang terdapat dalam data E-KTP milik Dukcapil.

Sumber: merdeka.com

3 dari 6 halaman

Daftar Manifest Sriwijaya Air SJ182

 

Daftar kru
1. Afwan: Captain,
2. Diego Mamahit: First Officer
3. Dhika: Flight Attendant 1
4. Okky Bisma: Flight Attendant
5. Mia Tresetyani: Flight Attendant
6. Gita Lestari: Flight Attendant

Daftar penumpang
1. Suyanto
2. Riyanto
3. Angga Fernanda Afrion
4. Rion Yogatama
5. Arifin Ilyas
6. Sugiono Effendy
7. Yohanes
8. Pipit Piyono
9. Panca Widia Nursanti
10. Beben Sopian
11. Razanah
12. Sarah Beatrice Alomau
13. Feliks Wenggo
14. Yohanes Suherdi
15. Ricko
16. Arneta Fauzia Fao Nuntius Zai (pax type A+1)
17. Zurisya Zuar Zai
18. Umbu Kristin Zai
19. Kolisun
20. Supianto - Daniya (A+1)
21. Rusni
22. Rizki Wahyudi - Arkana Nadhif Wahyudi (A+1
23. Rossi Wahyuni
24. Indah Halimah Putri
25. Nabila Anjani
26. Makrufatul Yeti Srianingsih
27. Mulyadi
28. Khasanah
29. Andi Syifa Kamila
30. Capt Didik Gunardi (XCU)
31. FO Fadly Satrianto (XCU)
32. FA Yunni Dwi Saputri (XCU)
33. FA Isti Yudha Prastika (XCU)
34. FA Grislend Gloria Natalies (XCU)
35. Oke Dhurrotul (XCU)
36. Rahmania Ekananda
37. Dinda Amelia
38. Fazila Ammara
39. Fathima Ashalina
40. Asy Habul Yamin
41. Faisal Rahman
42. Iuskandar
43. Nelly
44. Ratih Windania
45. Yumna Fanisyatuzahra
46. Rahmawati
47. Toni Ismail
48. Athar Rizki Riawan
49. Ihsan Adhlan Hakim
50. Putri Wahyuni
51. Muhammad Nur Kholifatul Amin
52. Agus Minarni
53. Shinta

Manifes Sriwijaya© Instagram

4 dari 6 halaman

Tim DVI Polri Terima 56 Kantong Jenazah


Dream - 
Tim DVI RS Porli telah menerima 56 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak.

Pesawat yang mengangkut 62 penumpang dan awak itu jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.39 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, hari ini tim Disaster Victim Identification atau DVI Polri kembali menerima sejumlah kantong jenazah yang diterima.

" Kami telah menerima 56 kantong jenazah dan juga 8 kantong properti. Ini telah dilakukan kegiatan-kegiatan, baik di ante mortem, maupun rekan-rekan yang ada di post mortem," kata Rusdi di Jakarta, Selasa 12 Januari 2021.

Selain itu, tim DVI juga sudah menerima 58 sampel DNA dari keluarga korban. Ini diperlukan untuk mengidentifikasi jenazah korban.

Nantinya, apabila data-data tersebut sudah dianggap lengkap. Tim DVI langsung melakukan pencocokan antara data yang ada ante mortem maupun post mortem.

" Sehingga akan teridentifikasi korban-korban dari kecelakaan Sriwijaya tersebut," tambahnya.

5 dari 6 halaman

Kecelekaan Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Sumber: merdeka.com

6 dari 6 halaman

Beri Komentar