Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr Stephanus Dony (Foto: YouTube BNBP)
Dream - Koordinator Operasional RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Koloner CKM dr. Stephanus Dony melaporkan tingkat kesembuhan pasien di RSAD Wisma Atlet meningkat dari 71 persen menjadi 75 persen.
Hal tersebut disampaikan Dony dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.
" Data yang kita rekap hari ini sudah 75,1 persen. Memang sudah tinggi. Jakarta 80 persen. Di Wisma Atlet dari 71 menjadi 75 persen," kata Dony.
Lebih lanjut Dony menjelaskan, sekitar 13.000 pasien yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, sekitar 10.000 pasien dinyatakan sembuh.
Pola terapi yang diterapkan juga memengaruhi tingkat kesembuhan pasien Covid-19.
Selain pola terapi, kecepatan tes usap (swab test) juga ikut memengaruhi. Semakin cepat hasil tes usap keluar, semakin cepat pula pasien mendapat kepastian sembuh atau tidak pada tes usap kedua.
Dony menuturkan, RSD Wisma Atlet Kemayoran memiliki dua mesin PCR. Masing-masing mesin memiliki durasi tes selama 4-5 jam.
" Kita di Wisma Atlet punya dua alat PCR. Alat PCR kita tiap-tiap merek beda. Di tempat kita perlu waktu 5 jam atau tepatnya 4 jam. Tapi swab perlu waktu juga. Kemudian rekap perlu waktu. Artinya kalau swab hari ini hasil kumulatif besok hari keluar, atau malam sudah masuk," kata Doni.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya