Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: World Of Buzz
Dream - Merebaknya virus Corona di Wuhan, China, membuat bandara di banyak negara siaga. Tak terkecuali bandara-bandara di Malaysia.
Kini, setiap turis yang ingin masuk dan keluar bandara wajib menjalani serangkaian prosedur untuk meminimalisir penyebaran corona.
Meski begitu, tak jarang ada saja orang-orang yang merasa dirinya 'kuat' hingga enggan menjalani prosedur yang diterapkan untuk kepentingan bersama.
Seperti seorang turis asal China dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial.
Dilansir World Of Buzz, turis yang tak disebutkan namanya ini meradang lantaran harus menjalani tes di bandara.
Dari video terlihat turis itu tampak ditempatkan di sebuah ruang. Kemungkinan besar untuk menjalani screening dari otoritas bandara.
Namun turis itu tampak marah, ia terlihat menggedor dinding kaca yang 'mengurungnya'.
Bukan cuma itu, dia bahkan mencoba untuk memanjat dinding kaca tersebut guna menarik perhatian otoritas Bandara Senai, Distrik Kulai, Johor, Malaysia. Tak pelak, polah turis tersebut membuat geger bandara.
Seperti diketahui, Malaysia kini berada di tengah kekhawatiran besar akan virus corona. Alhasil, sejumlah alat screening ditempatkan untuk menyasar turis-turis yang datang dari negara tersebut.
@ JB airport ?????????? #MainlandChina pic.twitter.com/YRxZ0CthwZ
— TheDoctor ???????? (@CVO_II)January 25, 2020
Dream - Wabah corona mengubah wajah kota Wuhan. Kota yang dulu ramai dan padat kini tampak sepi, terkesan seperti kota hantu.
Tidak ada satupun orang melintas di jalanan, apalagi kendaraaan. Hanya terlihat beberapa kendaraan mondar-mandir terutama ambulans.
Pemerintah China memutuskan memberlakukan isolasi terhadap Wuhan pada 23 Januari 2020 lalu. Seluruh akses dari dan menuju kota itu ditutup untuk mencegah virus mematikan tersebut tersebar lebih luas.
Perjalanan kereta pun ditangguhkan sementara untuk waktu yang belum ditentukan. Sedangkan sejumlah maskapai memutuskan untuk membatalkan jadwal penerbangannya.
Dikutip dari World of Buzz, ada 11 juta penduduk terisolir. Mereka yang terlambat mengevakuasi diri ke luar Wuhan akhir memilih tinggal di dalam rumah.
Di awal-awal pemberlakuan masa karantina, penduduk menyerbu supermarket. Mereka memborong bahan pangan untuk persediaan makanan selama Wuhan diisolasi.
Tempat lain yang juga ramai yaitu rumah sakit. Banyak orang ingin memeriksakan diri, berharap tidak terjangkit virus corona.
Kondisi terkini dari Wuhan banyak dibagikan warganet. Terlihat bagaimana situasi jalanan Wuhan yang sangat sepi.
Wuhan has become a ghost town as people are staying inside during the lockdown pic.twitter.com/m2kugLmww0
— Jack Posobiec???????? (@JackPosobiec)January 23, 2020

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya