Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tes Kesehatan Petugas Medis (Foto: Istimewa/Kemenkes)
Dream - Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menguji kesehatan 302 calon petugas kesehatan haji 2019. Salah satu fase yang diujikan dalam tes tersebut yaitu metode rocksport.
“ Tes ini merupakan salah satu fase penerimaan petugas haji untuk memastikan kami mendapatkan petugas kesehatan yang tidak hanya kompeten tapi juga sehat jiwa dan raganya. Tubuhnya fit, mentalnya siap dan bebas dari Napza,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusup Singka, Senin, 25 Maret 2019.
Metode rocksport mengharuskan para peserta untuk berlari atau berjalan cepat sejauh 1,6 kilometer dengan kecepatan yang stabil.
Sebelum melakukan tes, seluruh peserta diukur tekanan darah, jumlah denyut nadi per menit, tinggi badan dan berat badannya oleh tim kesehatan. Data-data status kesehatan ini kemudian dicatat dalam lembar Kartu Menuju Bugar.
“ Alhamdulillah. Dengan tes kebugaran seperti ini, kita jadi bisa tahu kondisi kesehatan kita sendiri. Sehingga dapat lebih mempersiapkan diri sebelum penugasan ke Arab Saudi,” kata Suhud, perawat asal RSUD Tarakan, Kalimantan Utara.
Eka menyebut, kemampuan atau istitaah kesehatan tidak hanya berlaku bagi jemaah haji. Sebagai penyelenggara, perlu petugas kesehatan yang sehat fisik dan mental agar dapat memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang optimal.
Kegiatan tes kebugaran yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto, Cianjur, Jawa Barat.
Selain tes tersebut, juga dilakukan tes psikometri (tes MMPI), bebas narkotika, psikotropika dan zat terlarang (Napza) dan wawancara yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur Jakarta.
Sehari sebelumnya, seluruh calon PPIH juga melakukan psikotes dengan metode Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). MMPI digunakan untuk mengetahui kepribadian dan kondisi kejiwaan seseorang. Peserta diwajibkan menjawab sebanyak 567 soal psikotes.
Di samping itu juga dilakukan tes Napza dengan sampling urin dan dilanjutkan dengan wawancara oleh psikiater yang berasal dari RSKO Jakarta.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya