Update Covid-19 Sore: 247 Kasus Baru, Total Sembuh 204 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 7 April 2020 16:34
Update Covid-19 Sore: 247 Kasus Baru, Total Sembuh 204 Orang
Mari lindungi diri dan orang-orang di lingkungan kita.

Dream - Juru bicara pemerintah untuk percepatan penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan pasisen positif Covid-19.

Data tersebut diambil dari catatan sejak 6 April 2020 pukul 12.00 hingga 7 April 2020 pukul 12.00.

" Kita dapatkan penambahan kasus baru konfirm pemeriksaan PCR Covid-19 sebanyak 247 orang. Sehingga total 2.738 orang," kata Yuri, Selasa, 7 April 2020.

Sementara itu kasus pasien yang sembuh bertambah 12 orang. Dengan penambahan itu total pasien sembuh berjumlah 204 orang.

Yuri menyebut, kasus pasien meninggal bertambah menjadi 12 orang. Dengan penambahan ini, total pasien yang meninggal berjumlah 221 orang.

 

1 dari 4 halaman

Yuri mengimbau, masyarakat waspada melihat penambahan ini. Sebab, masih ada penularan Covid-19 yang dilakukan orang tanpa gejala di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, Yuri mengajak masyarakat patuh dengan imbauan pemerintah untuk disiplin cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak aman saat interaksi, dan tinggal di rumah. Yuri juga mengajak masayrakat memathui aturan pembatasn sosial berskala besar.

" Patuhi semua ketentuan. tidak perlu mempertimbangkan pulang kampung hari ini. Insya Allah dengan cara ini dengan cepat kita bisa menghentikan laju Covid-19." ucap dia.

" Mari bersama-sama melindungi diri kita sendiri, melindungi keluarga kita, melindungi tetangga kita, melindungi orang tua kita, melindungi sanak saudara kita, melindungi warga kota kita, dan   mellindungi bangsa kita." ujar dia.

2 dari 4 halaman

Puskesmas Ikut Sediakan Layanan Periksa COVID-19

Dream - Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo, mengatakan beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia ikut menyediakan layanan pemeriksaan COVID-19 melalui uji antibodi (rapid test) dan pengambilan sampel cairan di tenggorokan (throat swab).

" Salah satu peran yang dilakukan puskesmas adalah melakukan screening (pemeriksaan, red) terhadap COVID-19. Metode screeening yang dilakukan adalah hasil penelusuran terhadap masyarakat yang diduga kontak erat dengan kasus COVID-19 yang positif," kata Bambang, Selasa, 7 April 2020. 

Sebelum uji antibodi atau tes swab dilaksanakan, petugas puskesmas akan melakukan wawancara dan pemeriksaan epidemiologi terlebih dahulu ke pasien. 

Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat COVID-19, petugas puskesmas akan mengambil darah pasien untuk diuji tingkat antibodi-nya melalui rapid test. 

" Pengambilan darah dapat dari pembuluh kapiler atau ujung jari. Cara lain adalah melalui swab pada tenggorokan maupun pangkal hidung kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hasilnya akan diinformasikan kemudian apakah bapak/ibu positif atau negatif," kata dia. 

3 dari 4 halaman

Tes Cepat dan Monitor

Bambang menambahkan pasien hasil rapid test yang dinyatakan positif corona namun tidak menunjukan gejala berat, akan disarankan untuk mengisolasi diri dari rumah. Langkah itu dilakukan karena keterbatasan tenaga kesehatan dan kapasitas layanan di puskesmas serta sejumlah rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19. 

" Puskesmas dan rumah sakit setempat akan memberi edukasi, informasi, dan monitor mengenai apa yang harus dilakukan bapak/ibu semua melalui pemanfaatan handphone secara online," ujar dia. 

Pemerintah melaporkan per Senin, 6 April 2020, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 2.491 pasien. Dari angka itu, 192 di antaranya dinyatakan sembuh, sementara 209 lainnya meninggal dunia. 

DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak, yaitu 1.232 kasus. Dari jumlah itu, 65 pasien sembuh dan 99 wafat.

4 dari 4 halaman

Kekhawatiran Dokter Malaysia, Sebut Indonesia Seperti Bom Waktu Corona Covid-19

Dream - Dokter asal Malaysia, Musa Mohd Nordin, mengungkapkan kekhawatirannya dengan kondisi Indonesia di tengah wabah virus corona. Dia menyebut kasus Covid-19 di Indonesia seperti bom waktu dan dapat berimbas ke Malaysia.

" Saya khawatir dengan Indonesia, Indonesia seperti bom, hanya kita tidak tahu kapan meledaknya," ujar Musa dalam wawancara di stasiun televisi Astro Awani yang diunggah di YouTube.

Dalam wawancara itu, Musa juga meminta Pemerintah Malaysia menunjukkan contoh dan tegas dalam bertindak. Dia juga memberikan beberapa rekomendasi penanganan Covid-19.

Rekomendasi pertama yaitu Pemerintah Malaysia memberikan teladan terkait physical distance. Kemudian, ia meminta adanya lockdown total untuk lokasi hotspot Covid-19 supaya tidak ada oknum yang keluar wilayah.

" Hotspot ini mesti kita lockdown 100 persen dengan Perintah Kawalan Pergerakan yang lebih kuat," ujar Musa.

Dia juga meminta Pemerintah Malaysia memperketat perbatasan dengan Indonesia. Ini untuk mengantisipasi adanya pergerakan orang dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkapkan data terkait presentase kematian akibat virus corona di Indonesia merupakan tertinggi di Asia. Bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia

Beri Komentar
Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang