Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan pasien positif Covid-19. Data itu diambil pada 1 April 2020 pukul 12.00 WIB hingga 2 April 2020 pukul 12.00 WIB.
" Penambahan kasus konfirmasi positif yang baru berjumlah 113. Sehingga total 1.790 kasus positif akumulatif," kata Yuri, Kamis, 2 April 2020.
Yuri mengatakan, dari data terbaru ini ada sembilan pasien yang dinyatakan sembuh. Sehingga, secara akumulatif pasien sembuh berjumlah 112 pasien.
Yuri mengatakan, ada laporan kematian pasien Covid-19 yang berjumlah 13 orang. Dengan penambahan itu, total kematian pasien positif berjumlah 170 orang.
Yuri mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan menjaga jarak saat berkomunikasi sosial. Selain itu, dia meminta masyarakat menjaga orang tua, lansia, dan para penderita penyakit bawaan.
" Mari kita lindungi mereka, jangan sampai mereka tertular. Dampaknya lebih berat ketimbang yang muda, yang status imunitasnya lebih baik," ucap dia.
Adapun rincian data positif Covid-19 di Indonesia yaitu DKI Jakarta (897 kasus), Banten (164 kasus), Jawa Barat (223 kasus), Jawa tengah (104 kasus), DI Yogyakarta (27 Kasus), Jawa Timur (104 kasus), Bali (25 kasus).
Selanjutnya, Aceh (5 kasus), Bangka Belitung (2 kasus), Bengkulu (1 orang), Jambi (2 kasus), Kepulauan Riau (7 kasus), Sumatera Selatan (11 kasus), Sumatera Barat (8 kasus), Lampung (8 kasus), Sumatera Utara (22 kasus), Riau (7 kasus).
Kemudian di Kalimantan Barat (10 kasus) Kalimantan Timur (21 kasus), Kalimatan tengah (9 kasus), Kalimatan Selatan (8 kasus), Kalimantan Utara (2 kasus).
Adapun di Sulawesi Selatan (66 kasus), Sulawesi Tengah (2 kasus), Sulawesi Tenggara (3 kasus), Sulawesi Barat (1kasus), NTB (6 kasus), Maluku Utara (1 kasus), Maluku (1 kasus), Papua Barat (2 kasus), Papua (10 kasus).
Dream – Guru Besar statistika dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memprediksi jangka waktu penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. Dengan memperhitungkan intervensi yang dilakukan pemerintah wabah Covid-19 diperkirakan akan berakhir pada Mei 2020.
Prediksi tersebut disampaikan Guru Besar Statistika UGM, Prof.Dr.rer.nat Dedi Rosadi,S.Si., M.Sc, saat konferensi pers secara daring pada Rabu, 1 April 2020 lalu.
Dari hasil analisanya, Dedi memperkitakan pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 29 Mei 2020. Total warga yang diperkirakan terpapar positif corona minimal berada di angka 6.174 kasus.
" Dengan intervensi pemerintah, total penderita corona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020," paparnya.
© Dream
Dalam memprediksi penyebaran Corona Covid-19 di Indonesia, Prof Dedi selaku penanggung jawab, membuat prediksi pemodelan matematika bersama dengan sejumlah pakar, yaitu Heribertus Joko (alumnus FMIPA UGM) dan Dr. Fidelis I Diponegoro (pengarang Worry Marketing sekaligus alumni PPRA Lemhanas RI).
Model tersebut dinamai model probabilistik, yang berdasar pada data fakta atau probabilistik data-driven model (PPDM). Melalui model tersebut, diperkirakan jumlah maksimal penderita Corona Covid-19 setiap harinya ada di sekitar minggu kedua April 2020 (antara 7–11 April).
" Penambahan lebih kurang 740-800 pasien per 4 hari dan diperkirakan akan terus menurun setelahnya," jelas Dedi.
© Dream
Dedi menambahkan, nantinya pertengahan Mei 2020, penambahan total penderita sudah relatif kecil. Mengacu pada hasil tersebut, disarankan untuk tidak melakukan mudik lebaran dan meniadakan kegiatan tarawih di masjid selama bulan Ramadan nanti.
Prediksi Dedi dilakukan berdasar data penderita hingga Kamis (26/3/2020) dan diasumsikan telah ada intervensi dari pemerintah sejak minggu ketiga Maret 2020. Terkait dengan efek pemudik dari kota besar yang terdampak Corona Covid-19, diasumsikan tidak signifikan.
© Dream
Prediksi Dedi dilakukan dengan model teori antrean. Model tersebut mengasumsikan proses pasien datang ke rumah sakit sebagai penderita Corona Covid-19 positif mengikuti proses antrean Markovian.
Setelah dilakukan pencocokan model terhadap data total penderita yang positif, maka Dedi dan tim mampu menjelaskan banyak fenomena penting berdasarkan model yang mereka gunakan.
Model PDDM merupakan penyempurnaan dari model statistika dasar yang dikembangkan oleh Heribertus Joko Kristadi. Model PDDM dinilai adalah model yang paling cocok untuk memprediksi kasus Corona Covid-19 ini. Meskipun sederhana tetapi mampu memberikan akurasi prediksi satu harian ke depan yang sangat baik.
Model PDDM ini juga mampu untuk memprediksikan waktu terparah dan waktu berakhirnya pandemi Corona Covid-19 di Indonesia.
Menurut Dedi dan tim, model PDDM ini akan terus diperbarui setiap hari sehingga prediksinya akan betul-betul mencerminkan perubahan dari data yang ada.
Model ini dapat disimulasikan efek jika terjadi kenaikan penderita Covid-19 pada minggu akhir Maret 2020 dikarenakan banyaknya pemudik dari kota besar yang terdampak Covid-19 ke daerah-daerah lain.
Prediksi yang diberikan oleh Dedi Rosadi dan dan rekan-rekannya ini lebih melegakan dibanding hasil yang di sampaikan oleh beberapa prediksi sebelumnya.
Dia menambahkan apabila prediksi menggunakan estimasi yang kurang akurat dan bombastis, justru dikhawatirkan menambah keresahan masyarakat. Selain itu, juga rawan dimanfaatkan secara kurang bijak oleh pihak-pihak yang memilki kepentingan.
(Sumber: Universitas Gadjah Mada)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya