Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Anies Baswedan Bersalaman Dengan Ibu-ibu (Sumber: Facebook @aniesbaswedan)
Dream - Usai menjalani sholat Ashar di Mushola Assaadah, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Anies Baswedan 'dicegat' seorang perempuan berkerudung paruh baya. Napsiah, nama perempuan itu, menceritakan pengalamannya menjadi korban penggusuran Bukit Duri.
" Pak, makasih banyak sudah hadir di sini. Orangtua saya warga pertama yang tinggal di sini," ucap Napsiah, warga RT 06 RW 12, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin, 9 Januari 2017.
Napsiah mengatakan orangtuanya sudah lama tinggal di kawasan RT 6 RW 12 Bukit Duri. Dia menggambarkan, rumah yang akhirnya dibongkar paksa Pemprov DKI Jakarta tersebut, telah dihuni oleh ayahnya sejak dari lahir.
" Ayah saya lahir 1925. Tetapi, beliau baru saja meninggal dunia," ucap dia.
Napsiah mengaku cukup terkejut dengan kedatangan Anies. Napsiah begitu antusias dan suka rela datang untuk mengisi acara penandatanganan Deklarasi dari Kelompok Perempuan untuk Keadilan Sosial.
" Saya ditelepon dan meluncur ke sini untuk qasidahan," ucap dia.
Menanggapi kondisi pembongkaran paksa yang kerap dilakukan Pemprov DKI, Anies berjanji akan memoratorium atau menghentikan sementara proses penggusuran. Langkah tersebut diambil demi terciptanya kenyaman tinggal masyarakat Ibu Kota.
" Saya sampaikan moratorium kepada Plt Gubernur DKI Jakarta, tapi tidak disetujui. Untuk itu, kalau saya bertugas nanti, yang saya lakukan pertama kali adalah moratorium dan kemudian me-review mana tempat yang harus relokasi," ucap Anies.
Menurut Anies, kondisi yang terjadi dalam kasus Bukit Duri, misalnya, adalah kurangnya musyawarah dan tawar menawar nilai kompensasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan warga.
" Seperti poin mereka, mereka bukannya menolak relokasi. Tetapi, mereka tidak mau relokasi dengan pemaksaan, tanpa ada musyawarah dan kompensasi yang layak," ujar Anies.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang