Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menkes Terawan Dalam Acara Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI (Foto: YouTube/DPR RI)
Dream – Saat ini vaksin Covid-19 sedang dinanti oleh jutaan masyarakat Indonesia. Rencananya vaksin virus corona akan diberikan kepada masyarakat berumur 18 hingga 59 tahun. Mereka yang akan divaksin harus dalam kondisi sehat.
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan, sehat yang dimaksud adalah tidak punya komorbid alias penyakit penyerta, ibu hamil, dan yang sudah terinfeksi Cvid-19 sesuai dengan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
“ Vaksin covid-19 ditargetkan kepada 67 persen dari 160 juta penduduk berusia 18 sampai 59 tahun setelah mempertimbangkan ketersediaan vaksin dan keperuntukannya sampai saat ini,” ucap Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa 17 November 2020.

Terawan menjelaskan, vaksinasi nasional bisa didapatkan melalui dua skema, yaitu vaksin program dan mandiri. Skema pertama menyasar 32.158.276 orang yang membutuhkan 73.964.035 dosis vaksin.
Sesuai dengan petunjuk WHO, kata Terawan, indikatif rate global untuk vaksin maka wastage rate-nya sebesar 15 persen. “ Ini dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate 15 persen,” ucapnya.
Jumlah 32.158.276 orang itu menyasar tenaga kesehatan sebanyak 1.251.173 jiwa. Kemudian pelayanan publik, TNI/Polri/ Satpl PP, apparat hukum sebanyak 4.422.331 jiwa, dan peserta BPJS PBI sebanyak 26.484.172 orang.
Sehingga total kebutuhan vaksin untuk semua kategori di atas adalah 64.316.552 yang kemudian ditambah wastage rate sebesar 15 persen atau 9.647.483.

Sedangkan untuk skema yang kedua adalah vaksin mandiri. Terawan mengatakan vaksin mandiri akan menyasar sekitar 75.048.268 dengan kebutuhan vaksin sebanyak 150.096.536.
Akan tetapi jumlah itu ditambah dengan wastage rate-nya sebesar 15 persen atau 22.514.480, sehingga kebutuhan vaksin covid-19 secara total khusus jalur mandiri adalah 172.611.480.
“ Dalam wastage rate, termasuk indeksi pemakaian vaksin sisa, tidak terpakai, rusak, hilang, ini bisa dimanfaatkan bila terjadi kemungkinan kurang dan kebutuhan emergency dan relokasi antar daerah,” jelasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya