Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksin Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Data yang dihimpun oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengenai pasien kanker serviks cukup mengejutkan. Diketahui dalam tiap 1.000 perempuan yang menjalani screening kanker serviks dengan pap smear, sebanyak 1,3 pasien positif kanker.
Dari data tersebut diperkirakan ada 70.000 penderita kanker serviks di Indonesia. Sayangnya, karena kanker serviks tidak bisa terdeteksi di stadium awal, sebanyak 94% akan meninggal
dalam 2 tahun. Untuk itulah satu-satunya cara mencegah kanker serviks adalah dengan vaksin.
" Vaksinasi HPV (Human Pappiloma Virus) untuk mencegah kanker serviks belum menjadi program nasional. Baru sebagian kecil wilayah yang sudah melakukan yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya," ujar dr. Andrijono SpOG, Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), dalam acara Forum Ngobras, di Jakarta Pusat.
Demi memperluas cakupan vaksinasi kanker serviks, Program Nasional Vaksinasi HPV saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah. Hal tersebut membuat Andri optimistis kasus kanker
serviks di Indonesia bisa menurun.
" Waktu terbaik untuk vaksin HPV dibagi ke dalam 2 kelompok. Pertama pada anak perempuan kelompok usia 9-14 tahun dan kelompok usia 14-44 tahun," jelas Andri.
Menurut Andri, pemberian vaksin sedini mungkin pada perempuan Indonesia dikarenakan jumlah pernikahan muda yang terjadi di Indonesia masih sangat tinggi. Perempuan Indonesia
banyak yang menikah di bawah umur 19 tahun. Oleh karena itu, di awal usia 10 tahun sebaiknya anak perempuan mulai diberikan vaksin.
" Dosis vaksinnya berbeda untuk setiap kelompok usia. Usia belasan dosis vaksinnya cukup dua dosis, dan pada perempuan dewasa diberikan 3 dosis," tegas Andri.
Andri menambahkan, di negara-negara maju, pemberian vaksin HPV telah menjadi program nasional dan terbukti secara efektif mengurangi risiko kanker serviks.
" Di negara-negara yang sudah menjalankan program vaksin HPV secara nasional, kejadian kanker serviks secara signifikan turun. Misalnya di Australia turun 50% setelah menjalankan
program 10 tahun, bahkan Kanada dan Swedia turun 80-84%. Harapannya di Indonesia juga bisa turun," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya