5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Polri berjanji tidak akan pandang bulu dalam mengusut kasus penembakan kader Partai Gerindra, Fernando Wowor, oleh anggota Brimob Kepala Dua, Briptu R. Proses hukum dipastikan dijalankan sesuai prosedur.
" Polri akan proses hukum siapapun yang bersalah," kata kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal, Minggu 21 Januari 2018.
Menurut Iqbal, masalah ini tidak ada kaitannya dengan institusi. Sehingga dia mengharapkan tidak ada pihak yang terprovokasi dengan kasus penembakan tersebut.
" Ini permasalahan pribadi, perorangan, bukan intitusi. Polri turut prihatin adanya korban jiwa dan turut bela sungkawa," ucap Iqbal.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu, 20 Janauri 2018 sekitar pukul 02.00 WIB di parkiran depan Lipss Club Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini berawal saat rombongan Fernando hendak memarkir mobil.
© Dream
Dream - Seorang kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fernando Wowor, meninggal dunia setelah ditembak anggota Brimob berinisial Briptu R. Penembakan terjadi di tempat parkir Lipss Club Bogor, Jawa Barat , Sabtu 20 Januari 2018, sekitar pukul 02.00 WIB.
" Malam itu jam dua kami mau makan malam ke Dunkin Donuts," kata Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 21 Januari 2018.
Ia menjelaskan, saat itu parkiran di tempat Dunkin Donuts penuh, sehingga mereka diarahkan untuk memarkirkan kendaraan di sekitar ruko-ruko. Ketika akan belok dan kepala mobil akan masuk, tiba-tiba ada penggemar motor gede berwarna abu-abu memainkan gasnya.
" Setelah itu, dia teriak-teriak sambil ngomong, " Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?" , ucap Habiburokhman menirukan pengendara motor.
Ketika itu, teman Habiburokhman bernama Arif turun dari mobil untuk memberikan pengertian kepada pengendara motor itu agar memarkirkan kendaraannya di sebelah kiri mobil karena masih ada tempat. Tak terima, pelaku kemudian marah-marah sambil mencabut pistolnya dengan mengarahkan ke kaca mobil.
Pelaku kemudian mengarahkan pistol ke kepala Arif. " Karena kondisi yang tidak kondusif saya berusaha mendinginkan dan melerai. Tapi bukannya makin dingin, malah semakin menjadi. Kemudian, pistol itu diarahkan ke kepala Arif," terang dia.
© Dream
Mengetahui pelaku lengah karena pandangannya teralihkan ketika Fernando turun dari mobil, Habiburokhman berusaha merebut pistol. Fernando memiting leher pelaku. Situasi di lokasi mulai rusuh dan warga sekitar ikut memukuli pelaku. " Tiba-tiba disaat saya fokus ada orang tarik muka saya dari belakang sekaligus mencakar pipi saya," ujar dia.
Suara tembakan pun terdengar dan saat bersamaan, tubuh Fernando, yang juga pengawal Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, ambruk terkena peluru yang ditembakkan dari pistol pelaku. Akibat peristiwa itu, nyawa Fernando tidak dapat diselamatkan karena kehabisan darah.
" Saya pungut magazine itu ternyata, peluru asli. Saya panik dan teriak-teriak minta pertolongan untuk mengangkat almarhum ke mobil dan dibawa ke RS Vania," kata Habiburokhman.
Dikutip dari Merdeka.com, Kepala Bidang Hukum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Komisaris Besar Iksantyo Bagus Pramono, mengatakan, polisi masih menggali keterangan dari para saksi untuk mengetahui penyebab insiden penembakan itu. Termasuk meminta keterangan langsung kepada Briptu R.
" Sementara masih kami perdalam. Dalam rangka apa yang bersangkutan datang ke tempat itu. Dari surat-surat sudah kita cek, dia anggota Brimob Kelapa Dua. Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan Komandan Brimob di sana," ucap Iksantyo.
Dia menambahkan, kondisi Briptu R dalam keadaan kritis akibat luka pengeroyokan itu. Iksantyo menyebut, saat ini Briptu R masih menjalani perawatan intensif dari tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Polisi juga melakukan otopsi terhadap jenazah Fernando untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya serta dari arah mana penembakan itu.
" Kami belum tahu masalahnya apa, sedang dalam penyelidikan. Saksi-saksi dan barang bukti sudah kita amankan. Saya kira pasti terjadi sesuatu, tidak mungkin langsung ada perkelahian," tutur Iksantyo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?