Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian Dan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin
Dream - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menepis anggapan yang menyebut institusi Polri melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Polisi, kata Tito, hanya menegakkan hukum.
" Kriminalisasi itu kalau dia melakukan perbuatan yang tidak diatur hukum, dipaksakan, itu kriminalisasi," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 19 Januari 2018.
Tito menuturkan polisi akan meminta klarifikasi ulama mengenai isi ceramahnya itu. Yang terbaru, ceramah Ustaz Zulkifli. Karena menurut Tito, ceramah yang sedang viral itu patut dipertanyakan.
" Contoh, 200 juta KTP dibuat di Paris, di China, itu datanya benar? Karena data ini berbahaya dan dapat memprovokasi publik. Kami belum pernah dapat informasi itu," ucap dia.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan, polisi sangat-sangat menghargai para ulama. Para ulama, tegas Tito, merupakan sosok tauladan masyarakat, termasuk polisi.
" Ini publik sangat menghargai ulama, ulama itu tokoh panutan. Oleh karena itu, publik harus dikasih data valid dan kredibel, kalo nggak kredibel kan nanti misleading," ucap dia. (ism)
Saat ini, ada beberapa kelompok masyarakat yang menganggap polisi mengkriminalisasi ulama.
Anggapan itu muncul setelah Habib Rizieq Shihab, Ustad Al Khaththath, Ustad Somad hingga yang terbaru Ustad Zulkifli yang dianggap telah dikriminalisasi polisi.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, polisi sama sekali tidak mengkriminalisasi ulama. Polisi, kata Tito, hanya menegakkan hukum.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya