Polisi Dituduh Kriminalisasi Ulama, Ini Jawab Kapolri

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 19 Januari 2018 19:03
Polisi Dituduh Kriminalisasi Ulama, Ini Jawab Kapolri
Tito bertanya soal data 200 juta KTP dibuat di Paris dan China.

Dream - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menepis anggapan yang menyebut institusi Polri melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Polisi, kata Tito, hanya menegakkan hukum. 

" Kriminalisasi itu kalau dia melakukan perbuatan yang tidak diatur hukum, dipaksakan, itu kriminalisasi," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 19 Januari 2018.

Tito menuturkan polisi akan meminta klarifikasi ulama mengenai isi ceramahnya itu. Yang terbaru, ceramah Ustaz Zulkifli. Karena menurut Tito, ceramah yang sedang viral itu patut dipertanyakan. 

" Contoh, 200 juta KTP dibuat di Paris, di China, itu datanya benar? Karena data ini berbahaya dan dapat memprovokasi publik. Kami belum pernah dapat informasi itu," ucap dia.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan, polisi sangat-sangat menghargai para ulama. Para ulama, tegas Tito, merupakan sosok tauladan masyarakat, termasuk polisi. 

" Ini publik sangat menghargai ulama, ulama itu tokoh panutan. Oleh karena itu, publik harus dikasih data valid dan kredibel, kalo nggak kredibel kan nanti misleading," ucap dia. (ism) 

 

 

Saat ini, ada beberapa kelompok masyarakat yang menganggap polisi mengkriminalisasi ulama.

Anggapan itu muncul setelah Habib Rizieq Shihab, Ustad Al Khaththath, Ustad Somad hingga yang terbaru Ustad Zulkifli yang dianggap telah dikriminalisasi polisi.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, polisi sama sekali tidak mengkriminalisasi ulama. Polisi, kata Tito, hanya menegakkan hukum.

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida