Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Digelar di Jakarta, Ini Syarat dan Caranya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 2 Maret 2021 16:00
Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Digelar di Jakarta, Ini Syarat dan Caranya
Vaksinasi Covid-19 drive thru untuk lansia di DKI Jakarta akan dimulai pada 3 Maret 2021.

Dream - Layanan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (Lansia) kini dapat dilakukan melalui fasilitas drive thru. Selain di Bali, masyarakat Lansia di Jakarta bisa mendapatsuntikan vaksin tanpa harus turun dari kendaraan di DKI Jakarta.

Halodoc, salah satu aplikasi kesehatan dalam keterangan tertulisnya menyatakan vaksinasi Covid-19 secara drive thru tersebut bisa diikuti pada 3 Maret 2021.

Pengelola aplikasi tersebut juga memastikan vaksinasi Covid-19 drive thru bagi Lansia ini merupakan program resmi Kemenkes dan tidak dipungut biaya. Untuk bisa mendapatkan layanan vaksinasi, masyarakat bisa mendatangi lokasi layanan di Parkir Hall C Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Jakarta.

" Layanan ini kami harapkan dapat memberikan sarana yang lebih aman dan nyaman bagi para penerima vaksinasi khususnya para lansia," ujar CEO & Cofounder Halodoc Jonathan Sudarta dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id, Senin, 1 Maret 2021.

Sebelum memutuskan mendatang ke lokasi, Kamu yang memiliki anggota keluarga Lansia harus memastikan memenuhi segala persyaratan yang diminta. Beberapa syarat itu antara lain Lansia berusia 60 tahun ke atas dan memiliki Kartu Tanpa Penduduk DKI Jakarta.

1 dari 3 halaman

Caranya

Adapun tata cara mendaftar vaksinasi bagi lansia dari Halodoc, masyarakat harus mengunduh aplikasi tersebut di ponsel mereka.

Setelah itu, masyarakat dapat mengikuti tata cara berikut ini.

1. Buka aplikasi Halodoc.

2. Klik banner Vaksinasi COVID-19 Lansia DKI Jakarta di halaman utama.

3. Pilih lokasi dan jam vaksinasi dari slot waktu yang tersedia.

4. Pilih Pasien yang akan divaksinasi dan unggah kartu identitas pasien.

5. Tunggu pembuatan janji terkonfirmasi di aplikasi Halodoc.

6. Baca info " Persiapan Penting" dengan saksama.

Jonathan mengatakan program layanan ini merupakan kolaborasi Halodoc bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK), Gojek, dan RS Hermina.

Pada tahap awal pelaksanaan, fasilitas ini akan melayani kelompok masyarakat lansia yang memiliki KTP DKI Jakarta secara drive thru dan tidak dipungut biaya alias gratis

Program layanan vaksinasi Covid-19 oleh Halodoc sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatkan tech-health.

 

2 dari 3 halaman

Vaksinasi Covid-19 Drive Thru di Bali

Sebelumnya, pemerintah berkerja sama dengan Grab untuk melaksanakan vaksinasi dengan cara drive-thru.

Vaksinasi ini menyasar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali mulai tanggal 28 Februari 2021. Kegiatan ini menargetkan 5.000 pelaku pariwisata, mitra transportasi online, maupun angkutan umum menerima vaksinasi tahap satu hingga sepekan ke depan.

Pusat vaksinasi ini menyediakan layanan vaksinasi drive-thru yang didirikan oleh Grab dan Good Doctor bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa, vaksinasi drive-thru adalah salah satu langkah untuk memulihkan dan membuka kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, vaksinasi ini juga menjadi solusi penting untuk mempercepat vaksinasi yang pada akhirnya bisa untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

" Dan kita berharap vaksinasi tidak hanya dilakukan di Bali, tapi juga didistribusikan ke daerah lainnya," kata Sandiaga mengutip keterangan resmi, Selasa 2 Maret 2021.

3 dari 3 halaman

Peran Pihak Swasta

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pelaksanaan teknis distribusi vaksin Covid-19 oleh korporasi swasta akan diatur oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam kaitannya dengan hal itu, lanjut Nadia, Kemenkes menugaskan PT Bio Farma (Persero) yang berada di bawah naungan BUMN sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan distribusi vaksin oleh korporasi swasta.

Dengan demikian, Kementerian Kesehatan sepenuhnya akan menjalankan peran sebagai regulator dalam proses distribusi vaksin oleh swasta.

Sebagaimana diketahui, dalam Permenkes No. 10/2021 dijelaskan bahwa pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pendistribusian vaksin Covid-19, serta peralatan pendukung dan logistik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Bio Farma dalam pendistribusian vaksin Covid-19 dapat bekerjasama dengan pihak ketiga. Sejauh ini, belum ada ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN terkait dengan pelaksanaan teknis distribusi vaksin Covid-19 oleh swasta.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar