Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anggota DPRD Bantul Supriyono (Foto: Twitter @TRCBPBDDIY)
Dream - Seorang anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Partai Bulan Bintang (PBB) Supriyono tengah jadi pergunjingan publik.
Itu setelah pernyataannya yang menyebut pemakaman dengan protokol Covid-19 diibaratkan seperti menguburkan anjing.
Video itu merupakan potongan dari video yang diunggah melalui Youtube pada 20 Februari 2021 lalu. Pernyataan itu disampaikan Supriyono dalam sebuah acara pernikahan dan menyebut Covid-19 adalah proyek.
“ Apa-apa di-Covid-kan. Operasi payudara, penyakit gula di-Covid-kan. Menguburkan mayatnya seperti mengubur anjing. Lha yang mengubur telah mendapatkan proyek," kata Supriyono.
Menjelang tengah malam terusik oleh video yang beredar info sementara adalah seorang anggota DPRD Kabupaten Bantul menuduh pemakaman #COVID19 adalah proyek semata. Perkataan biadab dari seorang pejabat yang membahayakan keselamatan rakyat !!! ???????????????????????????? pic.twitter.com/xnztj004x6
— TRC BPBD DIY (@TRCBPBDDIY)February 21, 2021
Video itu kontan membuat sejumlah relawan pemakaman Covid-19 menggeruduk kantor DPRD Bantul pada hari Senin, 22 Februari 2021 kemarin.
Bahkan, reaksi keras juga ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam unggahan di akun media sosialnya, BPBD DIY melontarkan kecaman terhadap Supriyono.
Para relawan tersebut juga tampak membawa peti mati dan menyemprotkan disinfektan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pernyataan Supriyono yang dianggap sangat menyinggung dengan menuduh dapat proyek hingga samakan penguburan jenazah Covid-19 dengan penguburan anjing.
Pernyataan sikap FPRB Kab @pemkabbantul dan Relawan penanggulangan #COVID19 DIY. Semoga menjadi pelajaran bersama dalam menjaga solidaritas sosial menyelesaikan pandemi.
???????????????????? pic.twitter.com/SOAbstUx1y— TRC BPBD DIY (@TRCBPBDDIY)February 22, 2021
Ketua FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) Bantul Waljito mengatakan, relawan penanganan Covid-19 Bantul mendesak pimpinan DPRD Bantul segera memanggil Supriyono untuk melakukan klarifikasi dan mencabut pernyataan yang menyinggung para relawan bencana nonalam itu.
" Kedua, kita kasih kesempatan sekali dalam waktu satu kali 24 jam untuk meminta maaf secara terbuka melalui media massa, media sosial kepada teman-teman relawan yang saat ini sedang melakukan respons terkait dengan bencana Covid-19," katanya, dikutip dari makassarterkini.com, Selasa 23 Februari 2021.
Selain itu, pihaknya juga mendorong aparat kepolisian berwenang agar melakukan penyelidikan terkait hal ini, karena pernyataan wakil rakyat tersebut berpotensi membangkitkan amarah masyarakat.
" Terakhir, akan mendesak Polda, kalau memang ini terjadi delik hukum, Polda harus segera menyelidiki, karena melakukan penghasutan kepada masyarakat kontra terhadap penanganan Covid-19," katanya.
Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawawi mengatakan usaha menghubungi Supriyono telah dilakukan.
Namun, belum berhasil. Oleh karena itu, persoalan Supriyono nantinya akan dibawa dalam rapat Badan Kehormatan Dewan.
" Nanti dalam rapat tersebut, kami akan coba hadirkan Pak Supriyono. Kami akan lihat hasil klarifikasinya, baru bisa memutuskan. Kami sejatinya prihatin atas tindakan dan pernyataan beliau," kata Subhan, dikutip dari harianjoga.com, Selasa 23 Februari 2021.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya