Guru Digaji Rp100 Ribu Per Bulan, Menangis di Pelukan Nadiem Makarim

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 17 Oktober 2021 14:12
Guru Digaji Rp100 Ribu Per Bulan, Menangis di Pelukan Nadiem Makarim
Guru honorer tersebut merupakan guru TK.

Dream - Viral video Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim ketika berkunjung ke sebuah sekolah dan menemui para guru.

Ketika masuk kelas, ia langsung memeluk salah satu guru yang tengah menangis tersedu-sedu. Guru TK Negeri itu bercerita seputar kondisi sekolah serta nasib para guru honorer yang hanya digaji Rp100 ribu per bulan.

Nadiem Makarim Kunjungi Guru Honorer TK© TikTok @indonesia_maju01_

Pendiri Gojek itu pun berusaha menenangkan guru perempuan yang menangis, sambil mendengarkan serta menggenggam kedua tangannya.

1 dari 6 halaman

Setelah menyalami kedua guru lainnya, Nadiem pun memberikan penjelasan terhadap ketiga guru honorer agar bisa terus semangat bertahan di masa pandemi Covid-19.

Nadiem Makarim Kunjungi Guru Honorer TK© TikTok @indonesia_maju01_

Video yang diunggah akun TikTok @indonesia_maju01_ itu pun viral dan mendapat ribuan respon warganet.

" Semangat selalu ya buat para Pendidik honorer. Insya Allah tabungan nya Pahala......," tulis @pokoknyavino.

" Aku honorer. Emg nyesek banget, semoga para guru makin di sejahterakan termasuk honorer ya Allah," kata @nassshhh22.

" Mudah mudahan BPK Nadim memperhatikan bagi guru honorer tingkat PAUD ,TK,RA," ujar @nengulpah3.

2 dari 6 halaman
3 dari 6 halaman

Sosok Guru Honorer Panutan Menteri Nadiem, Tinggalkan Gaji Rp8 Juta Demi Kembali Mengajar

Dream - Belum lama ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim berkesempatan menginap di rumah salah satu bekas gurunya saat sekolah. Dari sang guru, Nadiem mengaku mendapat banyak pelajaran tentang pengabdian seorang guru. 

Guru yang masih berstatus honorer tersebut bernama Sukardi dan tinggal di Lombok Tengah. Lewat unggahan di akun Instagram @nadiemmakarim, menteri yang juga mantan pendiri Gojek ini mengungakpkan cerita Sukardi yang sudah menjadi guru honorer selama 25 tahun.

173.329 Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK Tahap I Kemendikbudristek

" Surat terbuka untuk Pak Sukardi, Guru Honorer di Lombok Tengah yang menjadi Bapak Kos saya," tulis Nadiem mengawali kisahnya.

Nadiem mengisahkan, Sukardi sebetulnya pernah mendapat pekerjaan dengan penghasilan yang cukup layak sebelum memutuskan menjadi guru. Sukardi adalah mantan pegawai perkebunan dengan gaji Rp8 juta per bulan.

" Tapi Bapak berhenti setelah beberapa minggu dan kembali mengajar di sekolah karena merasa tidak ada kepuasan di luar mengajar. Perngorbanan yang bapak lakukan sungguh luar biasa," tulis Nadiem.

4 dari 6 halaman

Pernah Ditilang Polisi yang Ternyata Mantan Murid

Kisah Sukardi lain juga dibagikan oleh Nadiem. Suatu saat Sukardi pernah diberhentikan polisi lantaran helmnya rusak, rupanya polisi tersebut adalah mantan muridnya.

" Bukannya ditilang, polisi tersebut malah memberikan Pak Sukardi uang untuk membeli helm baru. Itulah rasa hormat dan apresiasi yang Bapak tumbuhkan dalam murid Bapak," cerita Nadiem.

Nadiem Makarim: Tutup dan Buka Sekolah Sama-Sama Disalahkan, Enggak Apa-Apa

Tak sampai di situ, Nadiem juga bercerita saat-saat paling mengharukan saat Sukardi bertemu dengan muridnya sendiri yang sudah menjadi kepala sekolah. Namun, kala itu Sukardi merasa bangga sekaligus malu.

" Bangga karena murid Bapak sukses, tapi malu karena Bapak masih berstatus guru honorer dengan gaji jauh di bawah UMR," ujar dia.

5 dari 6 halaman

Pada akhir tulisannya Nadiem menyebut, Sukardi berhasil menjadi salah satu dari 173.328 guru honorer yang dinyatakan lolos seleksi menjadi ASN P3K.

" Bapak akhirnya akan mendapatkan nafkah yang layak. Hari ini murid-murid Pak Sukardi pasti merasa bangga.," tulis Nadiem

6 Fakta Munculnya Klaster Covid-19 di Sekolah Saat Pelaksanaan PTM Terbatas

Nadiem juga menyampaikan kesan bermalam di rumah Pak Sukardi. Baginya, pengalaman tersebut tidak akan ia lupakan karena merupakan salah satu sumber inspirasinya.

Beri Komentar