Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Arab Saudi Melarang Wanita Mengemudi Mobil
Dream - Dilarang di negara sendiri, kaum perempuan Arab Saudi bisa memuaskan hasrat menginjak gas kendaraannya di luar negeri. Kesempatan ini muncul setelah Dewan Syura Arab Saudi tengah mempelajari proposal tentang surat izin mengemudi (SIM) internasional bagi perempuan Saudi.
Jika proposal tersebut lolos, perempuan Saudi kemungkinan akan bisa mengemudi di luar negeri. Meski hasrat memacu gas tak bisa disalurkan di dalam negeri.
Dua dari 30 perempuan anggota Dewan, Latifa Al-Shaalan dan Haya Al-Manei, seperti dikutip laman Islam.ru, Selasa, 24 Juni 2014, menyerukan agar Dewan mempertimbangkan proposal SIM internasional ini. Kedua perempuan ini telah mengajukan rekomendasi yang memungkinkan perempuan untuk mengemudi kepada Dewan sejak sembilan bulan lalu.
Sumber internal Dewan Syura mengatakan proposal itu mengusulkan adanya amendemen pada Pasal 36 dari undang-undang lalu lintas Arab Saudi, yang mengatur tentang penerbitan SIM. Dalam proposal disebutkan bahwa SIM adalah hak perempuan dan wanita.
Ditambahkannya, penasehat di Dewan Syura sedang mempelajari proposal baru tersebut, dan belum meneruskan kepada komite yang relevan, yang kemungkinan adalah komite keamanan.
Sementara itu, wartawan Abdullah Al-Alami mengatakan pengajuan proposal ini merupakan perpanjangan dari proposal sebelumnya yang disampaikan oleh anggota dewan perempuan lain.
" Ini tidak berarti bahwa perempuan akan diizinkan untuk mengemudi (di wilayah kerajaan). Itu hanya sebatas mengizinkan perempuan untuk mendapatkan SIM internasional, bukannya pergi ke negara-negara lain untuk mendapatkan SIM," katanya.
Dia berharap bahwa penasehat di dewan akan bersikap lebih fleksibel menghadapi tuntutan tersebut, karena akan menguntungkan warga Saudi sendiri.
Proposal tersebut sebagai imbas dari protes aktivis perempuan Saudi yang menentang larangan mengemudi beberapa bulan yang lalu. Mereka dengan sengaja mengemudikan mobil di jalanan Riyadh dan di berbagai bagian Kerajaan selama beberapa tahun terakhir. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya