Wapres: Umat Islam Seharusnya Berterima Kasih Pemerintah Fasilitasi Wakaf

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 15 Februari 2021 09:01
Wapres: Umat Islam Seharusnya Berterima Kasih Pemerintah Fasilitasi Wakaf
Ma'ruf juga menyatakan Pemerintah tidak akan menggunakan dana wakaf.

Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan umat Islam seharusnya berterima kasih kepada Pemerintah atas inisiatif memfasilitasi wakaf lewat Gerakan Nasional Wakaf Uang. Pernyataan ini menanggapi polemik yang menyebut GWNU menjadi jalan Pemerintah untuk memanfaatkan potensi umat Islam.

" Seharusnya kita berterima kasih kepada Pemerintah, kepada Presiden, karena mau memfasilitasi ini, punya kemauan untuk menguatkan umat, memberdayakan umat melalui potensi yang ada pada umat itu sendiri," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan wakaf uang sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Mengutip data Badan Wakaf Indonesia, Ma'ruf menyebut potensi yang terkandung pada wakaf uang bisa mencapai Rp180 triliun per tahun.

Besarnya potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui sejumlah program pemberdayaan. Terutama program-program yang ditujukan bagi kaum dhuafa.

" Kita punya dana umat yang bisa digali, bisa dikelola dengan baik, tetapi karena kita kurang peka, kurang berpikir dan kurang kompak, maka kemudian potensi itu tidak bisa kita kelola dan dimanfaatkan dengan baik," kata dia.

 

1 dari 1 halaman

Pemerintah Tak Akan Mengambil

Terkait tudingan penggunaan dana wakaf untuk program Pemerintah, Ma'ruf membantah tudingan tersebut. Dia menegaskan Pemerintah hanya memfasilitasi dan tidak akan memanfaatkan dana tersebut.

" Ini yang harus dipahami, bahwa Pemerintah tidak akan mengambil; dan ini tidak untuk Pemerintah, tapi Pemerintah memfasilitasi untuk kepentingan umat, dananya ya dana umat," kata dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf berharap dengan GNWU, umat Islam semakin bersemangat untuk berwakaf dengan uang. Selain itu, dia juga berharap agar wakaf dikelola semakin profesional.

" Kami juga akan melakukan perbaikan struktural, termasuk di dalam BWI. Nanti ada pengawas-nya, kemudian ada manajer investasi-nya, semua untuk umat dan transparan," ucap Ma'ruf.

Sumber: Merdeka.com/Fikri Faqih

Beri Komentar