Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Presiden Ma'ruf Amin
Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan umat Islam seharusnya berterima kasih kepada Pemerintah atas inisiatif memfasilitasi wakaf lewat Gerakan Nasional Wakaf Uang. Pernyataan ini menanggapi polemik yang menyebut GWNU menjadi jalan Pemerintah untuk memanfaatkan potensi umat Islam.
" Seharusnya kita berterima kasih kepada Pemerintah, kepada Presiden, karena mau memfasilitasi ini, punya kemauan untuk menguatkan umat, memberdayakan umat melalui potensi yang ada pada umat itu sendiri," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf mengatakan wakaf uang sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Mengutip data Badan Wakaf Indonesia, Ma'ruf menyebut potensi yang terkandung pada wakaf uang bisa mencapai Rp180 triliun per tahun.
Besarnya potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui sejumlah program pemberdayaan. Terutama program-program yang ditujukan bagi kaum dhuafa.
" Kita punya dana umat yang bisa digali, bisa dikelola dengan baik, tetapi karena kita kurang peka, kurang berpikir dan kurang kompak, maka kemudian potensi itu tidak bisa kita kelola dan dimanfaatkan dengan baik," kata dia.
Terkait tudingan penggunaan dana wakaf untuk program Pemerintah, Ma'ruf membantah tudingan tersebut. Dia menegaskan Pemerintah hanya memfasilitasi dan tidak akan memanfaatkan dana tersebut.
" Ini yang harus dipahami, bahwa Pemerintah tidak akan mengambil; dan ini tidak untuk Pemerintah, tapi Pemerintah memfasilitasi untuk kepentingan umat, dananya ya dana umat," kata dia.
Lebih lanjut, Ma'ruf berharap dengan GNWU, umat Islam semakin bersemangat untuk berwakaf dengan uang. Selain itu, dia juga berharap agar wakaf dikelola semakin profesional.
" Kami juga akan melakukan perbaikan struktural, termasuk di dalam BWI. Nanti ada pengawas-nya, kemudian ada manajer investasi-nya, semua untuk umat dan transparan," ucap Ma'ruf.
Sumber: Merdeka.com/Fikri Faqih
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya