Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustradi (Foto: Sky News)
Dream – Setelah 11 minggu menjalani masa pembatasan aktivitas di luar rumah (lockdown), wilayah Wuhan sudah kembali dibuka kemarin, Selasa, 8 April 2020 . Pihak berwenang mengizinkan 11 juta penduduknya untuk berpergian tanpa izin khusus.
Namun izin bepergian tak sepenuhnya bebas dilakukan warga. Muncul aturan baru yang mewajibkan warga yang hendak berpergian untuk memiliki aplikasi khusus di smartphone.
Aplikasi tersebut akan menunjukkan kondisi kesehatan penggunan sekaligus melaporkan jika mereka tidak pernah berinteraksi dengan siapapun yang terinfeksi.
Berita gembira terkait pembebasan Wuhan dari lockdown dirayakan warga Wuhan dengan membuat berbagai macam pertunjukkan. Seperti pertunjukan cahaya di kedua sisi sungai Yangtze yang diiringi animasi petugas kesehatan yang telah menyembuhkan pasien. Animasi tersebut dapat terlihat di gedung pencakar langit dan jembatan.
Salah satu gambar ada yang menunjukkan “ Kota Heroik” berupa sebuahan gelar yang diberikan oleh Presiden Xi Jinping.
Disisi lain, terlihat warga mengibarkan bendera dan meneriakkan “ Wuhan Let’s Go!” diriingin lagu kebangsaan China.

Tong Zhengkun salah seorang warga yang ikut menyaksikan pertunjukkan pun menangis. “ Saya belum pernah berada diluar selama lebih dari 70 hari. Berada dalam ruangan dalam waktu yang lama membuatku gila,” ungkapnya tersedu.
Tak lama setelah lockdown dicabut dan peraturan baru dirilis, lalu lintas mulai berjalan seperti biasanya. Jembatan, terowongan, jalan raya, dan pintu tol, kini telah dibuka.
Bahkan ratusan orang menunggu kereta untuk melakukan perjalanan pertama mereka ke luar kota setelah sekian lama.

Selama lockdown, warga hanya diizinkan keluar untuk membeli makanan. Dan menghadiri kegiatan yang benar-benar dianggap penting. Serta bagi mereka yang memiliki dokumen yang membuktikan bahwa mereka dalam keadaan sehat.
Lockdown yang diberlakukan di Wuhan dan disekitar Privinsi Hubei, telah menjadi acuan dunia untuk melakukan hal yang sama. Lockdown juga telah dianggap sukses menghentikan penyebaran virus corona covid-19 di China.
(Sah, Sumber: worldofbuzz.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya