Efektif untuk Corona, Jepang Siap Kirim Avigan Gratis ke Indonesia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 9 April 2020 07:00
Efektif untuk Corona, Jepang Siap Kirim Avigan Gratis ke Indonesia
Avigan adalah obat yang dikembangkan perusahaan Jepang, Fujifilm Holding.

Dream - Pemerintah Jepang siap mengirimkan Avigan secara gratis sebagai obat meredakan sakit akibat virus corona. Ada 20 negara yang akan menerima obat itu, salah satunya Indonesia.

Kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan rencana pemberian bantuan ini diungap oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi. Avigan sudah menjalani tes klinis dan para peneliti Universitas Wuhan menyatakan obat ini terbukti efektif untuk meredakan gejala ringan Covid-19.

" Kami akan bekerja dengan negara-negara yang tertarik untuk mengembangkan penelitian klinis pada Avigan secara internasional," ujar Toshimitsu, dikutip dari Liputan6.com

Selain Indonesia, negara yang akan menerima Avigan dari Jepang di antaranya Bulgaria, Ceko, Iran, Myanmar, Arab Saudi dan Turki. Sementera, ada 39 negara lain yang juga menginginkan obat pereda virus corona ini.

Avigan dikenal sebagai Favipiravi yang dikembangkan oleh anak perusahaan Fujifilm Holdings Corp. Jepang telah menyiadakan dana US$1 juta, setara Rp16,3 miliar untuk kantor PBB dalam pembelian dan pendistribusian obat ini.

Vaksin Covid-19 diperkirakan baru tersedia awal tahun depan. Para peneliti masih mencari alternatif pengobatan sebelum vaksin tersedia.

Amerika Serikat dan India telah menyiapkan Hydroxycholoroquine untuk mengobati Covid-19. Meski obat tersebut belum teruji secara klinis ampuh dalam mengobati virus ini.

Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia

1 dari 5 halaman

Ilmuwan AS Duga Virus Corona Kemungkinan Bisa Menular Lewat Pernapasan

Dream - Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini membuat imbauan kepada seluruh warganya untuk selalu memakai masker setiap keluar rumah. Imbauan serupa sebelumnya telah dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Imbauan untuk memakai masker kali ini semakin digalakkan setelah ilmuwan terkenal AS mengklaim virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19 kemungkinan bisa menular melalui udara.

Anthony Fauci, kepala penyakit menular di National Institutes of Health, mengungkapkan bahwa virus corona mungkin bisa menyebar lewat udara saat orang bernapas dan berbicara seperti biasa.

2 dari 5 halaman

Sekarang Semua Wajib Pakai Masker

Selama ini, para ilmuwan selalu mengatakan bahwa virus corona hanya menyebar melalui droplet (tetesan/percikan) cairan pernapasan saat seseorang batuk atau bersin.

Alasan itulah yang membuat orang yang positif Covid-19 atau para petugas kesehatan yang kontak langsung dengan pasien untuk memakai masker medi.

Tetapi Fauci mengimbau agar kewajiban memakai masker juga diberlakukan kepada setiap warga negara AS yang sehat.

Pendapat Fauci itu didasarkan pada hasil penelitian terbaru yang dikirim National Academy of Sciences (NAS) kepada Gedung Putih pada 1 April 2020.

Dikatakan dalam laporan NAS itu bahwa meskipun penelitian belum konklusif, tapi 'hasil studi yang ada konsisten dengan teori penyebaran virus melalui udara dari pernapasan normal'.

3 dari 5 halaman

Cara Penularan Covid-19 Selama Ini

Seperti yang lainnya, badan-badan kesehatan AS sampai sekarang masih memercayai jalur utama penularan virus corona adalah melalui droplet pernapasan.

Droplet berisi virus corona dengan diameter satu milimeter itu disemburkan melalui batuk dan bersin oleh orang yang terinfeksi Covid-19.

Droplet ini kemudian akan jatuh dengan cepat ke tanah setelah keluar dari mulut orang sakit Covid-19 sekitar satu meter jauhnya.

4 dari 5 halaman

Bisa Menyebar Lewat Udara

Tetapi menurut penemuan terbaru, virus corona ini bisa terkumpul dalam gas awan yang disebut aerosol ketika dikeluarkan oleh orang positif Covid-19.

Jika sudah dalam bentuk aerosol, maka virus bisa menyebar lewat udara dan penularannya menjadi sulit untuk dicegah.

Surat NAS merujuk pada penelitian pendahuluan oleh University of Nebraska Medical Center yang menemukan RNA atau kode genetik virus SARS-CoV-2 di area yang sulit dijangkau di ruang isolasi pasien.

5 dari 5 halaman

Penelitian di Hong Kong

Para ilmuwan NAS juga merujuk pada dua penelitian dari Hong Kong dan China - yang keduanya belum ditinjau peneliti lainnya.

Para peneliti Hong Kong mengumpulkan sampel virus dari masker para pasien positif Covid-19 dan penyakit pernapasan lainnya. Di masker pasien Covid-19 terdeteksi tetesan dan aerosol virus corona.

Sementara penelitian China menimbulkan kekhawatiran bahwa alat pelindung diri yang digunakan oleh petugas kesehatan itu sendiri dapat menjadi sumber virus di udara.

Beri Komentar