Update Covid-19: 218 Kasus Baru, Total Sembuh 222 Pasien

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 8 April 2020 16:11
Update Covid-19: 218 Kasus Baru, Total Sembuh 222 Pasien
Yuri mengajak masyarakat untuk disiplin mengikuti imbauan kesehatan.

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membagikan data terbaru kasus pasien positif Covid-19 yang tercatat dari Selasa, 7 April 2020 pukul 12.00 WIB hingga Rabu, 8 April 2020 pukul 12.00 WIB.

Dari data tersebut, terdapat 218 kasus pasien positif Covid-19. " Sehingga total 2.956 kasus," kata Yurianto.

Selain kasus pasien baru, Yuri menyebut mencatat ada belasan pasien yang dinyatakan pulih. Pasien yang pulih setelah dua kali tes spesimen mencapai 18 orang. Dengan penambahan ini, total pasien yang sembuh mencapai 222 kasus.

Sementara itu, pada data terbaru itu ada 19 orang yang meninggal. " Sehinggal total 240 kasus," ucap dia.

Yuri mengajak masyarakat untuk patuh dan disiplin mengikuti anjuran kesehatan saat wabah virus corona.

" Patuhi dan disiplin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, patuh dan disiplin memakai masker, patuh dan disiplin menjaga jarak aman, patuh dan disiplin untuk tetap di rumah utnuk membersihkan sarang nyamuk," ucap dia.

1 dari 6 halaman

Imbas Corona, Suami dan Istri Lagi Hamil Jalan Kaki dari Venezuela ke Kolombia

Dream – Kondisi dunia yang saat ini diserang virus corona membawa dampak yang sangat besar bagi perekonomian. Bahkan di beberapa negara, terjadi krisis akibat dari sulitnya perekonomian selama wabah ini.

Hal ini juga terjadi pada para migran Venezuela yang telah menetap di Kolombia. Salah satunya adalah Richard de Jesus. Dilaporkan dari Aljazeera, Richard telah tinggal di Cali selama setahun terakhir dengan menjual permen di bis. Namun, karena kondisi Kolombia lockdown selama 3 minggu terakhir, dia kehilangan pekerjaannya dan tidak memiliki uang.

Richard akhirnya memutuskan untuk kembali ke Venezuela dengan berjalan kaki bersama dengan istrinya yang sedang hamil.

Mereka membawa barang di atas kereta dorong bayi yang ditutupi oleh selembar karton yang bertuliskan: " Kami akan kembali ke Venezuela ... bantuan apa pun yang dapat kamu berikan kepada kami akan menjadi berkat besar."

Mereka telah berada di jalan selama lima hari, dan melakukan perjalanan sekitar 400 km (248 mil) dari Cali. Mereka harus pergi lebih dari 600 km (373 mil) sebelum mencapai perbatasan Kolombia-Venezuela.

2 dari 6 halaman

Para Migran Kehilangan Pekerjaan

 Ilustrasi© Pixabay.com

Ribuan migran Venezuela yang bekerja di ekonomi informal telah kehilangan pekerjaan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus mereka diusir dari rumah sewa. Hal ini terjadi akibat pemberlakuan lockdown dan social distancing di Kolombia dan negara-negara terdekat lainnya.

Mereka tidak punya pilihan lain, beberapa migran mulai melakukan perjalanan kembali ke Venezuela dengan berjalan kaki atau mengendarai truk kargo. Transportasi umum antar kota telah ditutup di Kolombia karena lockdown akibat virus corona.

3 dari 6 halaman

Kembali ke Venezuela

Selama pandemi corona Covid-19 ini, para migran Venezuela sangat rentan kehilangan pekerjaan.

Mereka yang memutuskan kembali ke Venezuela dengan berjalan kaki harus melintasi beberapa lembah tropis yang lembab, ngarai yang curam dan dataran tinggi yang membeku untuk sampai ke perbatasan Venezuela.

" Kami menyadari nantinya akan lebih sulit bagi kami," kata Christian Garcia, seorang pekerja konstruksi yang kehilangan pekerjaannya saat lockdown dimulai. " Tapi setidaknya di Venezuela, kita tidak perlu membayar sewa" tambahnya.

Alba Pereira, seorang pekerja kemanusiaan yang mengelola dapur umum untuk para migran di kota Bucaramanga - salah satu tempat pemberhentian ke perbatasan Venezuela - mengatakan bahwa pekan lalu, setidaknya 400 migran dan pengungsi tidur di sebuah taman setempat, dan meminta otoritas untuk menyediakan bis ke Venezuela.

Badan Imigrasi Nasional Kolombia mengatakan bahwa pada Sabtu pagi, lebih dari 500 warga Venezuela di Bucaramanga diangkut dengan setidaknya 20 bus yang disediakan oleh pemerintah. Bis tersebut akan mengantarkan para migran ke kota perbatasan Cucuta.

Para migran yang kembali ke Venezuela tidak serta merta akan aman ketika kembali. Pasalnya, presiden Venezuela, Nicolas Maduro juga memberlakukan lockdown-setelah melaporkan lebih dari 150 kasus COVID-19. Jumlah itu dapat dengan cepat meningkat karena krisis ekonomi dan politik yang telah menghancurkan negara ini selama bertahun-tahun.

4 dari 6 halaman

Warga Venezuela Sulit Menjangkau Kebutuhan Sehari - hari

 Ilustrasi© Pixabay.com

Di Venezuela, Kebutuhan dasar seperti sabun bahkan sulit dijangkau. Bahkan sebagian tidak memiliki air di rumah untuk mencuci tangan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Program Pangan Dunia (WFP) pada 2019, 4 dari 10 rumah di Venezuela menderita penurunan air setiap hari. Sistem kesehatan masyarakat kekurangan dokter dan perawat, karena ribuan orang telah meninggalkan negara itu karena gaji yang rendah. Distribusi makanan telah terhambat oleh kelangkaan bahan bakar.

Namun demikian, Pereira memperkirakan bahwa setidaknya 3.500 migran lain sedang dalam perjalanan ke Venezuela minggu ini. Dan jumlah itu bisa bertambah, katanya.

" Orang-orang terusir dan kehilangan penghasilan," kata Pereira kepada Al Jazeera.

5 dari 6 halaman

Butuh Banyak Bantuan

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 4,7 juta orang telah meninggalkan Venezuela sejak 2015. Mereka pergi karena kondisi kemiskinan, kekurangan makanan dan obat-obatan, kejahatan, hiperinflasi dan krisis politik dan ekonomi.

Sekitar sepertiga dari migran dan pengungsi menetap di Kolombia, dan sebagian besar lainnya di Peru, Ekuador dan Chili.

60 persen warga Venezuela yang tinggal di Kolombia tidak memiliki visa kerja atau status penduduk resmi, yang membuat mereka sangat rentan terhadap virus corona.

Hugh Aprile, direktur Kolombia untuk Mercy Corps, mengatakan kelompok-kelompok kemanusiaan yang bekerja di negara itu berusaha membantu para pekerja tidak berdokumen ini dengan meningkatkan program distribusi uang.

Mercy Corps, Save the Children, Komite Penyelamatan Internasional dan World Vision saat ini siap memberikan kartu debit kepada 100.000 warga Venezuela hingga akhir tahun ini.

Aprile menambahkan bahwa organisasinya menggandakan pembayaran bulan ini untuk membantu migran dan pengungsi mengatasi krisis.

" Ini akan menjadi waktu yang sulit bagi semua orang yang bekerja di ekonomi informal," kata Aprile.

6 dari 6 halaman

Pemerintah Kolombia Membantu Migran

 Ilustrasi© Pexels.com

Pemerintah Kolombia pekan lalu merencanakan bantuan kepada migran Venezuela. Bantuan tersebut berupa akses layanan kesehatan dan pendistribusian makanan kepada sekitar 800.000 migran di 40 kota.

Di Bogota, yang merupakan rumah bagi lebih dari 400.000 migran Venezuela, para pejabat telah mendenda penyewa yang mengusir orang-orang yang rentan. Namun penggusuran terus terjadi karena pemerintah belum bisa membantu migran membayar sewa.

" Kami membutuhkan lebih banyak dukungan dari pemerintah pusat," kata walikota Bogota, Claudia Lopez.

Pemerintah Bogota telah menanggung biaya kesehatan dan pendidikan ribuan migran. Dan membantu mereka mengasuh anak, dengan pekerjaan. Namun, pemerintah Bogota tidak bisa membayar sewa.

(Sah, Sumber Aljazeera)

Beri Komentar