Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pelajar MAK Yapita Ciptakan Cuka Pembeku Karet Baru (utusanriau.co)
Dream - Perkembangan kreativitas di kalangan pelajar dewasa ini semakin inovatif. Muncul beragam temuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dari tangan-tangan para pelajar di Tanah Air.
Salah satu prestasi disumbangkan pelajar dari Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Yayasan Pelita (Yapita) yang berlokasi di Desa Tali Kumai, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Mereka berhasil menciptakan cuka untuk pembeku getah karet yang berasal dari asap pembakaran tempurung kelapa yang dicairkan.
Cuka ini memiliki keunggulan dibandingkan cuka yang biasa dipakai petani karet pada umumnya. Keunggulan tersebut yaitu cuka berbahan dasar asap cair ini terbukti bisa lebih cepat membekukan getah karet hasil sadapan petani.
"Hasilnya, karet lebih keras dengan warna kecoklatan dan kering juga berkualitas jika dibandingkan dengan cuka pembeku karet lainnya," ujar pengajar MAK Yapita, Rahmad, seperti dikutip dari utusanriau.co, Senin, 13 April 2015.
Inovasi ini bermula ketika salah seorang guru, Parlindungan, mengikuti sebuah pelatihan di Yogyakarta. Usai pelatihan, ia kembali ke sekolah dan mengajak para siswa untuk membuat penelitian.
Penelitian tersebut dijalankan memakan waktu selama dua bulan. Alhasil, terciptalah cuka ini, yang ternyata masuk kategori baru di bidang industri karet.
Saat ini, temuan tersebut menarik minat para petani karet. Mereka lebih memilih menggunakan cuka temuan pelajar MAK Yapita karena memberikan hasil yang lebih memuaskan.
"Untuk saat ini sudah banyak digunakan oleh petani karet terutama para orang tua siswa sekolah (MAK Yapita). Sejauh ini sudah banyak peminatnya karena hasilnya memuaskan bagi petani karet," terang Rahmad. (Ism)
Baca Juga: Dayangku, Istri Pangeran Brunei yang Multitalenta Tentara Ini Jadi Jawara Lomba Tilawatil Quran Gadis Ini Jadi Walikota Muslimah Pertama di India Gus Dur dan Mertua SBY Diusung Dapat Gelar Pahlawan Mengenal Istri Pangeran Brunei, Qori Terbaik Dunia
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari