Lihat Polah Si Bocah Kala Ayah Sholat Jamaah, Hati Bergetar!

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 12 Juni 2017 20:02
Lihat Polah Si Bocah Kala Ayah Sholat Jamaah, Hati Bergetar!
Bocah ini sama sekali tidak ribut dan begitu tenang menjaga adiknya yang masih bayi.

Dream - Anak-anak punya kebiasaan heboh dan aktif bermain. Hal ini kadang membuat para orangtua merasa kesal. Apalagi jika sampai anak-anak itu membuat kegaduhan saat menjalankan sholat berjamaah di masjid. 

Sebagai orang tua, kamu pasti khawatir anak akan berlarian atau bercanda dengan rekannya. Kamu juga akan cemas dengan reaksi jemaah lain.  Tetapi, apa yang terjadi di sebuah mushola di Malaysia sungguh mengharukan.

Seorang anak dengan sabar menunggui adiknya yang masih bayi saat sang ayah menjalankan sholat.

bocah jaga adik

bocah jaga adik

Foto anak itu tersebar di Facebook melalui akun Shahrin Nasir. Pemilik akun menunggah sejumlah foto anak tersebut.

" Berdiri kagum aku seketika... melihat anak kecil ini menjaga adiknya ketika ayahnya sedang beribadah kepada penciptaNya... Cantik sungguh akhlak anak ini ...tidak melepaskan tanggungjawab kepada adiknya walaupun jelas dia juga masih kecil... Setelah ayahnya selesai sholat... Aku terpegun sekali lagi... melihat dia pula yang beribadah kepada Tuhan... Tahniah kepada ibu bapak anak ini... Didikan anda dan Ilmu mentauhidkan Allah sngat jelas dalam diri anak anda yang lucu dan taat ini...rasa cemburu bila melihat anak ini," tulis pemilik akun. 

bocah jaga adik

bocah jaga adik

Sumber: ohbulan.com

1 dari 3 halaman

Bikin Nangis, Kisah Bocah TK Ditinggal Orangtua

Bikin Nangis, Kisah Bocah TK Ditinggal Orangtua © Dream

Dream - Seorang anak laki-laki bernama Xiao Rong, 4 tahun, punya kisah yang menyedihkan. Xiao ditinggal orangtuanya begitu saja ketika sedang bersekolah.

Menurut harian Tiongkok, Sin Chew, ibu Xiao kabur dari rumah sejak sebulan lalu. Bocah yang masih duduk di bangku TK itu tinggal bersama ayahnya di Zhejiang.

Tapi, pada 16 Mei 2017 kejadian sedih menimpanya. Awalnya, Xiao masih diantar ayahnya masuk sekolah seperti biasanya. Tetapi, saat jam pulang sekolah, ayah Xiao belum juga muncul untuk menjemputnya.

Setelah menunggu setengah jam, Xiao mulai menangis. Dia ingin segera pulang. Gurunya, Looi, mencoba menghubungi ayah Xiao. Tapi ponsel ayah itu dimatikan.

Looi terus mencoba. Dia menghubungi ayah Xiao via WeChat. Tapi, tetap tidak ada respons.

Looi pun memeriksa tas muridnya. Di dalam tas Xiao, dia menemukan pakaian tebal untuk musim dingin.

Guru-guru pun mulai curiga dengan situasi yang dihadapi Xiao. Sekolah memutuskan untuk mengantarkan Xiao ke rumah.

Tapi alangkah terkejutnya mereka, pintu rumah Xiao dalam keadaan terkunci. Tidak ada orang di dalam rumah itu.

Menyadari apa yang sedang terjadi, Xiao pun sedih dan menundukkan kepalanya. Dengan lirih, dia berkata kepada seorang guru, " Ayahku pulang kembali ke Gui Zhou."

Xiao terdiam sejenak seolah-olah merasakan kenyataan hidup yang pahit. Dia menghabiskan malam itu di rumah Looi. Peristiwa ini dilaporkan ke polisi.

Keesokan harinya, para guru TK mencoba menghubungi ayahnya lagi dan tetap tidak ada jawaban. Mereka kemudian memutuskan untuk menghubungi ibu Xiao yang kabur dari rumah bulan lalu. Tapi jawabannya membuat warganet bingung.

Alih-alih bergegas menjemput anaknya, ibu Xiao mengatakan sedang di luar kota. Jika kembali, dia takut dipukuli suaminya.

Di sisi lain ayahnya mengancam tidak akan merawat Xiao, jika sang ibu menolak kembali.

Pada hari ketiga, polisi akhirnya berhasil melacak keberadaan orangtua Xiao Rong. Ternyata orangtua bocah itu sedang dalam masalah rumah tangga. 

Ibu Xiao telah menemukan pekerjaan baru di Gui Zhou. Sementara ayahnya telah kembali ke kampung halamannya.

Sesuai perintah polisi, kedua orangtua tersebut sepakat untuk datang ke kantor polisi. Mereka akan melakukan rekonsiliasi dan membawa Xiao pulang ke rumah.

Tapi, menurut laporan The Coverage, sampai sekarang, kedua orangtua Xiao masih belum muncul di kantor polisi. Xiao masih tinggal di rumah gurunya. Dia sepertinya sudah terbiasa hidup tanpa kedua orangtuanya.

2 dari 3 halaman

Kisah Jenazah Bocah Hidup Lagi dan Minta Minum, Lalu...

Kisah Jenazah Bocah Hidup Lagi dan Minta Minum, Lalu... © Dream

Dream - Kisah kematian bocah Brasil berusia 2 tahun bernama Kelvin Santos masih membuat banyak orang terheran-heran sampai sekarang.

Bagaimana tidak? Pada tahun 2012, Kelvin divonis meninggal di rumah sakit. Namun dia tiba-tiba bangun meminta segelas air kepada ayahnya beberapa saat sebelum pemakamannya.

Rupanya Kelvin dinyatakan meninggal setelah menderita pneumonia di sebuah rumah sakit di Belem, Brasil Utara.

Dia kemudian diserahkan ke keluarganya. Keluarga, terutama Antonio Santos, ayah Kelvin, sangat terpukul saat mengetahui kematian putranya itu.

Sementara jenazahnya sedang disiapkan untuk pemakaman, Antonio menangis dan berkata, " Anakku, kembalilah kepada ayah."

Beberapa saat kemudian, Kelvin tiba-tiba bangun dan duduk di peti matinya. Setelah itu dia berkata: " Ayah, aku ingin minum."

Keluarga tidak percaya dengan apa yang dilihat. Keluarga mengira sebuah keajaiban telah terjadi. Mereka menduga, anak itu telah hidup kembali.

" Namun, Kelvin kembali terbaring seperti semula. Kami tidak bisa membangunkannya lagi. Dia benar-benar sudah meninggal," kata Antonio mengisahkan kejadian aneh itu.

Mereka segera membawa Kelvin kembali ke rumah sakit untuk diperiksa lagi. Tapi pihak rumah sakit menyatakan Kelvin meninggal untuk kedua kalinya.

Merasa yakin, anaknya menjadi korban malapraktik medis, Antonio membuat laporan kepada polisi yang saat ini sedang melakukan penyelidikan.

" Lima belas menit setelah Kelvin dibawa ke ruang resusitasi, mereka mengatakan bahwa dia telah meninggal dan menyerahkan jenazahnya kepada saya. Saya yakin mereka tidak memeriksanya dengan benar. Orang mati tidak mungkin bangun dan berbicara. Saya bertekad akan mengungkap apa yang terjadi sebenarnya," kata Antonio.

3 dari 3 halaman

Kisah Fahri, Bocah yang Setiap Batuk Tulangnya Patah

Kisah Fahri, Bocah yang Setiap Batuk Tulangnya Patah © Dream

Dream Kisah menyedihkan yang dialami anak laki-laki bernama Muhammad Fahri Asidiq yang menderita gangguan genetis sangat langka menjadi sorotan media asing.

Anak berusia 11 tahun, yang tinggal di Bandung, menderita penyakit osteogenesis imperfecta parah, yang lebih dikenal sebagai penyakit tulang rapuh.

“ Jika Fahri batuk, tulangnya akan patah atau sendinya mengalami dislokasi,” ibunya, Sri Astati Nursani, mengatakan kepada sebuah harian nasional kemarin.

Menurut Sri, Fahri mulai menunjukkan tanda-tanda osteogenesis imperfecta saat ia berusia empat tahun.

Ketika itu tulang-tulangnya yang rapuh tidak mampu menopang berat badannya. Setelah itu, Fahri kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Setelah besar, Sri mengatakan terkena tekanan sangat kecil saja, tulangnya bisa patah. Seingat Sri, Fahri mengalami 6 patah tulang di seluruh tubuhnya.

“ Jika aku terus seperti ini, aku lebih suka mati, Ibu,” kata Fahri kepada ibunya.

Sri, seorang ibu tunggal, menjual tisu wajah di sekitar tempat pariwisata di Bandung. Penghasilannya sekitar Rp 200.000 per hari. Dia menggunakan penghasilannya untuk membayar obat-obatan dan terapi Fahri, serta memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Osteogenesis imperfecta diderita oleh sekitar satu dari 15.000 orang di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar adalah kasus yang lebih ringan daripada yang dialami Fahri ini.

Tidak ada obat yang bisa mengatasi osteogenesis imperfecta dan penderita mungkin harus menjalani terapi fisik untuk seumur hidup mereka.

(Sumber: coconuts.co)

Beri Komentar