Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keponakan Iyan, Kesya Aprilia (wakafquran.org)
Dream - Iyan Suhendri (35 tahun) tak tahu lagi harus mencari uang kemana untuk membiayai berobat keponakan yang terbaring koma di Rumah Sakit. Buruh bengkel ini pun berniat menjual salah satu ginjalnya.
Keponakan Iyan, Kesya Aprilia menderita diare serius yang perlu perawatan intensif di rumah sakit. Awalnya, pada Kamis pekan lalu, Kesya muntah-muntah dan buang air besar (muntaber).
Ibunya Kesya, Ida Farida (39 tahun) hendak membawa ke klinik, namun urung lantaran tidak punya uang pegangan. Ida hanya mengobati Kesya dengan memberikan air daun jambu. Keesokan harinya, bayi yang belum genap empat bulan tersebut berhenti muntaber.
Namun, dua hari kemudian, badan Kesya tiba-tiba kaku, nafasnya sesak, matanya melotot. Panik melihat anaknya seperti itu, Ida menghubungi Iyan.
Kakak-adik itu segera membawa Kesya ke klinik terdekat dengan sepeda motor Iyan. Semenjak bayi itu lahir, suami Ida, Asim, pergi dari rumah tanpa alasan jelas.
Klinik Centra Medika angkat tangan, karena kondisi Kesya yang sudah sangat kritis. Mereka akhirnya membawa Kesya ke rumah sakit Citra Medika Bekasi. Kesya langsung masuk Unit Gawat Darurat.
Namun, Kesya tidak dapat dirawat lebih lanjut ke ruang Intensive Care Unit (ICU) sebelum ada uang muka atau DP Rp 3 juta. Mendengar nominal uang yang begitu besar, Iyan dan Ida pun terhenyak.
Untuk menghindari biaya yang semakin membengkak, Iyan meminta pihak rumah sakit memindahkan Kesya ke ruang perawatan biasa.
" Silahkan saja Pak, namun jika terjadi sesuatu kami tidak bertanggung jawab," jawab pihak rumah sakit.
Benar saja, baru sehari di ruang perawatan, Kesya koma lagi lalu dokter mengambil tindakan cepat dengan kembali memasukan Kesya ke Ruang ICU.
Iyan lalu pulang meminta tolong tetangganya tempat ia dan kakaknya tinggal di Kampung Pelaukan, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
" Pak tolong bantu ponakan saya. Tolong carikan bantuan, saya mau jual ginjal saya untuk biayai ponakan saya Pak. Tolong tawarkan ke yang lain," kata Iyan sambil berderai air mata kepada Herwin, salah satu tetangganya, Rabu kemarin 26 November 2014.
Mendengar permohonan tetangganya, Herwin juga mengajak Iyan menghubungi Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) berencana memberikan bantuan Rp 25,7 juta yang dikumpulkan dari zakat mal (dan donasi).
(Sumber: wakafquran.org)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya