Penyedia Layanan Haji Saudi Diminta Antisipasi Wabah Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 Maret 2020 13:00
Penyedia Layanan Haji Saudi Diminta Antisipasi Wabah Corona
Wilayah Arab Saudi tidak lepas dari kasus wabah virus corona.

Dream - Kementerian Agama meminta seluruh penyelenggara layanan haji di Arab Saudi mengantisipasi wabah virus Corona. Sehingga dampaknya bisa diminimalisir saat pelaksanaan ibadah haji musim ini.

" Meminta kepada penyedia layanan akomodasi di Arab Saudi untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona dengan menyemprotkan disinfektan dan menyediakan hand sanitizer di seluruh akomodasi jemaah haji Indonesia," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali, dikutip dari Kemenag, Senin 9 Maret 2020.

Permintaan ini tertuang dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala UPT Asrama Haji, dan Staf Teknis Haji di KJRI Jeddah. Permintaan tersebut juga disampaikan kepada penyedia layanan katering haji di Saudi. Tidak ketinggalan penyedia jasa trasportasi haji.

" Meminta kepada penyedia layanan konsumsi dan transportasi di Arab Saudi untuk memastikan bahwa personel yang akan ditugaskan untuk melayani jemaah haji Indonesia tidak terjangkit virus corona," kata Nizar.

Dia juga mengimbau jemaah yang akan mengikuti manasik haji, baik di KUA kecamatan maupun Kemenag kabupaten/kota selalu menjaga kesehatan. Jika sakit, sebaiknya tidak memaksakan diri.

" Manasik juga menjadi sarana menyampaikan materi tentang pola hidup bersih dan sehat, penyelenggara agar mengupayakan untuk melibatkan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan manasik haji," terang Nizar.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengaku sudah menerima surat edaran tersebut. Menurut dia, isi surat edaran tersebut senada dengan langkah otoritas Saudi dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona.

" Kami masih pelajari karena saat ini masih dalam tahap negosiasi. SE ini akan kami diskusikan bersama saat pembahasan kontrak nanti," terang Endang.

1 dari 5 halaman

Penampakan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ditutup Sementara

Dream - Otoritas Arab Saudi menutup sementara Masjidil Haram dari aktivitas umroh terhitung sejak Kamis, 5 Maret 2020. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi situs suci umat Islam itu dari paparan virus corona.

Menurut pernyataan pejabat Saudi, penutupan dilakukan satu jam usai sholat Isya hingga satu jam usai sholat Subuh setiap hari. Para jemaah juga dilarang membawa makanan ke dalam dua Masjid Suci tersebut.

Dikutip dari Arab News, selama ditutup, mataf atau area tawaf mengelilingi Kakbah sangat sepi. Jauh berbeda dari hari normal, di mana area ini selalu dipenuhi jemaah tawaf sepanjang hari.

Penutupan juga diberlakukan untuk area sa'i antara Bukit Safa dan Marwa sampai larangan umroh dicabut. Selain itu, fasilitas air Zamzam baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi dihentikan sementara.

Otoritas setempat menjelaskan penutupan dijalankan agar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dapat dibersihkan. Petugas kebersihan akan menyemprotkan disinfektan khususnya di area sekitar Kabah untuk mematikan bakteri dan virus.

Area Raudhah di dalam Masjid Nabawi juga ditutup dari jemaah sholat maupun umroh. Demikian pula dengan komplek pemakaman Baqi tidak dapat dikunjungi untuk sementara waktu.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh penduduk Mekah dan Madinah. Juga mereka yang terlihat mengenakan pakaian ihram, tidak dibolehkan masuk ke dalam Masjidil Haram, khususnya di area Mataf.

Saat ini, Masjidil Haram kembali dibuka mulai sholat Subuh. Tetapi, tidak ada jemaah yang sholat di area Mataf.

Mereka sholat di bagian atas dan luar Masjidil Haram. Menempati shaf-shaf yang telah disediakan.

2 dari 5 halaman

Melihat Langsung Mekah

Suasana Mekah saat ini, terutama di Masjidil Haram, bisa disaksikan lewat tayangan ini.

3 dari 5 halaman

Inovasi Baru Kemenag di Musim Haji 2020

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Inovasi terus dijalankan, termasuk untuk musim haji 1441 H/2020 M

Fachrul mengatakan akan ada beberapa inovasi yang dijalankan pada musim haji tahun ini. Inovasi tersebut berkaitan dengan sejumlah fasilitas dan layanan.

" Inovasinya kali ini kita pakai tiga macam penerbangan," ujar Fachrul di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Tahun ini, penerbangan haji dilayani tiga maskapai yaitu Garuda Indonesia, Saudia Airlines dan Flynas Airlines. Maskapai penerbangan terakhir baru ditunjuk pemerintah pada tahun ini.

Inovasi Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Haji 2020

(Menag Fachrul Razi, Kepala BKPH Anggita Abimanyi saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020/Foto: Raissa Anjanique Nathania/Dream)

 

Selain penerbangan, inovasi juga dijalankan di penyediaan katering untuk jemaah haji.

" Dulu kalau makan di Mekah 40 kali kemudian tahun ini jadi 50 kali, kegiatan fast-track kita tambah, dan lain sebagainya," ucap Fachrul.

Lebih lanjut, Fachrul mengatakan pihaknya sudah siap menyelenggarakan ibadah haji yang rencananya dimulai pada Juni nanti. Tahapan yang berlangsung saat ini yaitu pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji dilanjutkan tes kesehatan untuk para jemaah haji.

(Laporan: Raissa Anjanique Nathania)

4 dari 5 halaman

Menag Fachrul Razi Optimistis Dapat Jatah Tambahan 10 Ribu Jemaah Haji di 2020

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi menyatakan telah mengajukan tambahan 10 ribu jemaah untuk musim haji 2020 kepada pemerintah Arab Saudi. Meski belum mendapat jawaban, Menag menyatakan pihak Saudi menyatakan jika usulan tambahan tersebut diterima bukan dianggap sebagai kuota.

" Katanya itu tambahan jemaah, buat kita nggak persoalan apa namanya," ujar Menteri Agama RI, Fachrul Razi dalam Konfersi Pers di Jakarta pada Selasa, 18 Februari 2020.

Fachrul optimistis pemerintah Saudi akan mengabulkan permintaan penambahan jumlah jemaah haji yang bisa berangkat di tahun ini. Keyakinan tersebut muncul setelah ada dukungan dari Presiden Joko Widodo.

Sambil menunggu jawaban dari pemerintah Saudi, Menag tetap mengasumsikan kuota haji pada 2020 ini sebanyak 231.000 atau sama seperti 2019.

Asumsi itu dibuat karena Arab Saudi sering kali memberikan kuota tambahan di detik-detik terakhir jelang musim haji berlangsung.

" Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pernah dapat tambahan 10 ribu jemaah tapi diberikannya pada saat mendadak sehingga kita mengalami kesulitan," ucap dia.

(Sah, Laporan: Rifani Indrianti)

5 dari 5 halaman

Sah Tak Naik! Ongkos Haji Tahun 2020 Sebesar Rp35,2 Juta

Dream - Ongkos haji tahun 2020 sah ditetapkan sebesar Rp 35.235.602. Kepastian tersebut diperoleh setelah adanya kesepakatan Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) yang mengesahkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2020.

Dengan penetapan tersebut, biaya haji tahun ini dipastikan tidak mengalami kenaikan.

" Menyepakati besaran rata-rata Bipih atau biaya yang harus dibayar langsung jemaah pada 1441 Hijriah atau 2020 Masehi rata-rata Rp35.235.602," ujar Ketua Panja Haji DPR, Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.

Penetapan biaya itu berdasarkan pada asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yakni US$1=Rp13.750. Dengan nilai tukar tersebut, DPR dan Kemenag yakin biaya penerbangan tidak akan mengalami kenaikan signifikan.

Marwan mengatakan biaya penerbangan dari Embarkasi ke Arab Saudi dan sebaliknya dibanderol dengan harga Rp 28,6 juta. Biaya tersebut menurun dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp30.079.285.

Untuk living cost atau uang saku juga tidak mengalami kenaikan yakni. Setiap jemaah akan mendapatkan 1.500 riyal, setara Rp5,5 juta selama berada di Tanah Suci. 

Beri Komentar