Hotel Tempat Karantina Pasien Corona Roboh, 10 Orang Tewas

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 9 Maret 2020 14:12
Hotel Tempat Karantina Pasien Corona Roboh, 10 Orang Tewas
Dugaan sementara, ambruknya hotel tersebut karena kondisi konstruksi.

Dream - Xinjia Express Hotel, Quanzhou, Provinsi Fujian, China, yang digunakan untuk mengarantina warga terinfeksi virus corona, ambruk, Sabtu 7 Maret 2020. Sebanyak 70 orang terjebak di dalam bangunan tersebut.

Menurut Buzz Feed News, pada Minggu, 8 Maret 2020, terdapat 38 orang telah diselamatkan dan 10 orang lain ditemukan meninggal dunia.

Kementerian Manajemen Kegawatdaruratan China mengatakan, saat ini 23 orang masih dalam pencarian.

Kamera keamanan sempat merekam detik-detik ambruknya bangunan itu. Dari video itu, tampak awan berdebu dan kilat cahaya muncul saat gedung ambruk.

Tidak jelas apa penyebab robohnya gedung tersebut. Tapi, dugaan sementara, ambruknya gedung tersebut berhubungan dengan kondisi kontruksi.

Berdasarkan laporan, pemerintah China mengubah 80 kamar di Xinjia Express Hotel untuk mengarantina warga yang diduga terpapar virus corona. Warga yang dikarantina diduga telah berinteraksi dengan pasien yang positif virus corona, Covid-19.

Hotel yang punya beberapa lantai tersebut dibuka pada 2019. 

1 dari 4 halaman

Wabah Corona, Warga Diimbau Tak Cium Anjing

Dream - Otoritas kesehatan Hong Kong memperingatkan warga agar tidak mencium hewan peliharaan mereka. Imbauan itu dikeluarkan pasca hasil positif virus corona pada anjing.

Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong mengatakan, seekor anjing yang telah menguji " positif lemah" untuk virus Covid-19 bulan lalu telah diuji dan hasilnya positif pada pemeriksaannya.

Namun, para pejabat mencatat bahwa hewan itu masih belum menunjukkan gejala apa pun untuk virus itu.

Pemilik anjing terinfeksi virus tetapi masih belum jelas bagaimana penyakit ini ditularkan ke hewan peliharaan.

Dilaporkan Shanghaiist, pejabat kesehatan Hong Kong telah menyarankan pemilik hewan peliharaan untuk menerapkan praktik kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani hewan dan tidak mencium hewan peliharaan mereka.

2 dari 4 halaman

WHO Membantah

Tetapi, mereka juga mendesak warga untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap berita dan tentu saja tidak meninggalkan hewan peliharaan mereka.

Pada awal wabah koronavirus, seorang ahli kesehatan Cina menyatakan bahwa hewan dan manusia perlu dikarantina untuk menghindari penyebaran penyakit.

Beberapa desa di Cina kemudian mengambil tindakan. Di satu kota Sichuan, petugas dilaporkan telah pergi ke rumah, memerintahkan penduduk untuk menyerahkan hewan peliharaan mereka sebelumnya, diduga, memukuli hewan sampai mati.

Pekan lalu, di ibukota Hebei Shijiazhuang, seorang manajer properti dilaporkan memukuli hingga mati dua pudel milik warga. Tindakanpenuh ketakutan itu muncul karena wabah virus corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menolak anggapan bahwa virus dapat ditularkan oleh hewan peliharaan kepada manusia dan, sejauh ini, tidak ada bukti bahwa ini bisa terjadi.

3 dari 4 halaman

Ini Hasil Tes Anjing Milik Penderita Positif Corona

Dream - Seorang juru bicara untuk Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) Hong Kong telah menguji seekor anjing peliharaan yang pemiliknya positif menderita virus corona, Covid-19. Sang pemilik berinisial YCHY.

Dari uji coba yang dilakukan, anjing berjenis pomeranian itu tidak terinfeksi Covid-19. 

Dimsum Daily, AFCD menerima rujukan dari Departemen Kesehatan pada 26 Februari 2020 bahwa seekor anjing dari pasien yang terinfeksi virus penyakit COVID-19 akan diserahkan ke AFCD. Staf AFCD menjemput anjing itu dari sebuah rumah susun di Tai Hang.

Anjing tersebut, akan dikirim ke fasilitas pemeliharaan hewan di Pelabuhan Hong Kong - Jembatan Zhuhai-Macao di Hong Kong.

Anjing ini menjalani tes oral, hidung, dan dubur untuk pengujian virus COVID-19. Sampel rongga hidung dan mulut diuji lemah terhadap virus Covid-19. Anjing tidak memiliki gejala yang relevan.

4 dari 4 halaman

Satu-satunya Anjing yang Dikarantina

YCHY merupakan pasien Covid-19 ke-85 di Hong Kong. Dia merupakan penderita satu-satunya orang yang tinggal di Tai Hang.

Menurut Pusat Perlindungan Kesehatan, dia juga mengunjungi klinik dokter hewan di Cheong Ming Street di Happy Valley.

Sebuah gambar YCHY dan anjing pomeranian-nya ditemukan di Facebook-nya, jadi kemungkinan besar anjingnya terinfeksi Covid-19.
 
Pomeranian merupakan satu-satunya anjing yang dikarantina di fasilitas pemeliharaan hewan di Pelabuhan Hong Kong di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao saat ini.

Tidak ada hewan lain yang menggunakan fasilitas tersebut. Staf departemen akan meningkatkan pembersihan dan desinfeksi fasilitas pemeliharaan hewan.
 
Saat ini, AFCD tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat terinfeksi virus Covid-19 atau dapat menjadi sumber infeksi pada manusia.

Beri Komentar