Advertisement
Hasil uji BPOM menghasilkan kesimpulan vaksin AstraZeneca aman.
Selama penghentian vaksin, Badan POM segera melakukan pengujian keamanan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.
Keputusan penghentian penggunaan dan distribusi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547, merupakan bentuk kehati-hatian akan efek samping yang terjadi.
Vaksin Sinopharm ini akan digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong.
Beberapa negara Islam yang menggunakan vaksin ini adalah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
BPOM terus berkomunikasi dengan WHO untuk mendapatkan data investigasi kasus pembekuan darah.
BPOM menggunakan data penggunaan dari negara lain. BPOM menerbitkan izin Penggunaan Darurat.
Dengan begitu, vaksin ini siap digunakan.
Tiga kandidat vaksin ini sudah menjalin komitmen dengan Pemerintah.
CoronaVac boleh diberikan untuk lansia di atas 60 tahun dengan dua dosis dalam rentang waktu 28 hari.
Apa saja efeknya?
Data hasil uji klinis menunjukkan vaksin Sinovac aman dan berkhasiat.
Vaksin Sinovac menunjukkan pembentukan tingkat antibodi dengan respon bagus.
Vaksin belum mendapat izin penggunaan darurat atau EUA.
"Prinsip keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah yang utama".
BPOM telah melakukan verifikasi dokumen dan pemeriksaan suhu pengiriman.
Kepala BPOM, Penny Lukito, menyatakan pihaknya saat ini sedang menjalankan analisis atas vaksin Sinovac.
Begini alasannya.
Setiap vaksin yang akan digunakan harus mendapatkan EUA dari BPOM.
Kepala BPOM, Penny Lukito, berharap vaksin tersedia akhir tahun ini.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak