Usia mungkin masih belia, Jejak Ocha dan Ave meninggalkan bekas manis di kancah dunia. Dari madrasah mereka terbang ke kancah internasional. Ini kisahnya.
Dulu, sekolah madrasah dipandang sebelah mata saja. Tapi kini tak lagi ketinggalan. Mereka sudah banyak yang maju. Buktinya, bisa berprestasi di kancah dunia.
Meski cacat, Eman tak merasa rendah diri, justru punya semangat dan mampu mengharumkan nama bangsa. Ada banyak kelebihan di dalam ketidaksempurnaan fisiknya.
Disabilitas tak menjadi penghalang untuk berprestasi. Dengan tubuh tak sempurna manusia masih bisa berdaya, mengukir sejarah, mengharumkan nama bangsa.
Mereka harus merayakan Idul Fitri di tengah keterbatasan. Meski dalam kesempitan, tekanan, dan kemiskinan, mereka tetap bisa merayakan Idul Fitri. Minal 'Aidin wal-Faizin.