Kasus MERS ketiga diketahui menginfeksi seorang pria tidak dikenal asal Illinois. Sebelumya pria ini diketahui melakukan kontak dengan pria asal Indiana yang didiagnosis terinfeksi virus MERS.
Seseorang dapat terinfeksi MERS tanpa mengalami penyakit pernafasan parah, kata Dr David Swerdlow, Kepala Tim Penanganan MERS di US Centers for Disease Control dan Prevention (CDC).
Dengan korban terbaru ini berarti mereka yang meninggal dunia akibat virus yang disebarkan kelelawar dan unta di Saudi ini mencapai 157 orang. Angka ini terhitungsejak virus itu muncul pada 2012 lalu.
Virus yang belum ditemukan penangkalnya itu masuk ke Florida, Amerika Serikat melalui pekerja medis yang pernah bekerja di Arab Saudi. Mereka kini dalam pantauan khusus otoritas kesehatan setempat.
Ilmuwan dari Amerika Serikat, Tiongkok dan Hong Kong mengatakan mereka telah menemukan antibodi bernama MERS-4 dan MERS-27 yang dapat mencegah virus menginfeksi sel dalam tubuh manusia.
Perdagangan unta di Riyadh menurun dratis setelah wabah virus MERS semakin menyebar ke luar Arab Saudi. Virus yang berasal dari kelelawar itu diduga menular ke manusia lewat unta.
Dengan chip elektronik itu, segala informasi tentang unta-unta tersebut bisa dideteksi. Mulai jenis hingga negara asal sebelum diimpor ke Arab Saudi. Serangan MERS mulai merebak ke luar Arab Saudi.
Jika ditemui penumpang dengan suhu badan tinggi, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan otoritas bandara juga telah menyiapkan ruang karantina.
Penilaian ini didasarkan karena bandara Soekarno-Hatta menjadi arus utama keluar-masuk warga dari Timur Tengah. Untuk itu pengelola bandara diminta mewaspadai penyebaran virus pernafasan akut MERS.
Banyak calon jamaah di Solo yang urung berangkat. Masyarakat terpengaruh gencarnya pemberitaan terkait penyakit MERS. Mereka khawatir dengan kesehatan mereka selama di Arab Saudi.
Sebelum dirujuk ke RS Bahteramas Kendari, pasien pasangan suami istri itu sudah memperoleh pelayanan medis di RS Kabupaten Kolaka Utara. Keduanya menjalani perawatan sejak 29 April 2014 lalu.
Wabah MERS-Cov yang melanda Arab Saudi membuat negara teluk semakin waspada. Aturan impor hewan ternak pun makin diperketat guna mencegah masuknya penyakit tersebut.