35 Kata-Kata Bijak Soe Hok Gie, Simbol Semangat Perjuangan Mahasiswa

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Minggu, 17 Mei 2020 06:00
35 Kata-Kata Bijak Soe Hok Gie, Simbol Semangat Perjuangan Mahasiswa
Salah satu kata bijak dari Soe Hok Gie, hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya.

Dream - Kata-kata bijak Soe Hok Gie bisa menjadi sebuah inspirasi bagi para mahasiswa dan generasi muda di Indonesia. Soe Hok Gie dikenal sebagai salah seorang aktivitas mahasiswa Indonesia keturunan Tionghoa, yang aktif dan berani bersama teman-temannya di Fakultas Sastra Indonesia di tahun 1965.

Soe Hok Gie merupakan pribadi yang kritis. Tetap kritis setelah lengsernya presiden Soekarno kala itu, dan aktif menyuarakan pendapat masyarakat saat pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto.

Soe Hok Gie lahir 17 Desember 1942 dan meninggal dunia di Gunung Semeru pada 16 Desember 1969. Saat meninggal usianya 27 tahun kurang sehari. Meski telah meninggal dunia, kata-kata bijak Soe Hok Gie tetap terngiang hingga kini. 

Berikut kumpulan kata - kata bijak Soe Hok Gie tentang perjuangan dan kehidupan yang dilansir dari berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Ksta-Kata bijak Soe Hok Gie tentang Perjuangan

1. " Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita."  

2. “ Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya.”

3“ Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

3. " Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah."

4. " Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka"

5. " Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya."

6.  “ Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu.”

7. “ Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan.”

8.  “ Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.”

9.  “ Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan.”

10. " Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

 

2 dari 3 halaman

kata-kata bijak Soe Hok Gie

11. " Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi."  

12. “ Saya mimpi tentang sebuah dunia dimana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, ‘stop semua kemunafikan ! Stop semua pembunuhan atas nama apapun.’ Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras apapun, dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”

13.  “ Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.”

14.“ Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “ manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia. ”

15.  “ Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis”

16. " Bidang seorang sarjana adalah berfikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari segala arus masyarakat yang kacau. Tapi mereka tidak bisa terlepas dari fungsi sosialnya. Yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia yang terus berdiam di dalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua kemanusiaan"

17. " Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara aku terima ini semua melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu."

18. " Barang Siapa mengibarkan bendera " Revolusioner" , akan memperoleh pasaran di kalangan kaum radikal, kaum yang menunggu dengan tidak sabar perubahan-perubahan yang mereka harapkan. Kaum " Radikal" ini berasal dari segala golongan."

19.  “ Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”

20. “ Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.”

3 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Soe Hok Gie

21. Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

23. “ Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.”

24. “ Aku mengenali mereka, yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator, dan yang tanpa uang mau memberantas korupsi.”

25. “ Bagi pemuda umumnya, revolusi berarti tantangan untuk mencari nilai-nilai baru.”

26. “ Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.”

 27. “ Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.”

 28. “ Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.”

 29.  “ Kemerdekaan merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi juga merupakan sebuah gedung yang kosong. Menjadi tugas pendukung-pendukungnya untuk mengisi kemerdekaan.”

30. “ Kawan-kawan, Kuberikan padamu cintaku, Dan maukah kau berjabat tangan, Selalu dalam hidup ini?”

31. " Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan."

32. " Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian."

33. " Apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta?"

 34. " Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut."

 35.  " Dan aku terima kau dalam keberadaanmu, seperti kau terima daku."

 

Beri Komentar