Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kiper Timnas U-22 Indonesia Satria Tama Dan Kakaknya Rama Fitri Hardiyanti (Foto: Instagram/@rama.fitri)
Percakapan adik dan kakak ini membuat merinding.
Dream - Kiper Timnas Indonesia U-22 yang berlaga di ajang Sea Games 2017 di Malaysia gagal melaju ke final. Timnas ditaklukkan Malaysia dengan skor 1-0.
Rasa sedih tentu menimpa seluruh punggawa Garuda Muda. Keluarga dan para pendukung pun merasakan kesedihan serupa.
Kiper Timnas Indonesia, Satria Tama bahkan mencurahkan rasa kecewanya kepada sang kakak, Rama Fitri Hardiyanti. Percakapan antara adik dan kakak itu diunggah Fitri melalui Instagram pribadinya.
'Maaf, Mbak...'
© Dream
"Sorry mbak belum bisa bawa Indonesia ke final," tulis Satria, sembari menambahkan emoticon, menangis.
"No. Big no. Itu bukan salahmu. Ayo pahlawan tegakkan kepalamu. Perjuanganmu luar biasa. SATU TIM LUAR BIASA," tulis Fitri.

"Iya mbak. Thanks untuk support. Saya gagal membawa Indonesia juara," Satria Tama membalas.
"Percaya sama aku. Kamu sudah juara buat Indonesia," kata Fitri.
Dukungan Fitri dalam kepada Satria tak berhenti bersitu. Pada percakapan selanjutnya, tampak dukungan Fitri begitu besar kepada Satria.
'Tidak akan dihina'
© Dream
"Nggak ada bully dll. Kita bangga banget sama kamu, terutama Timnas," ucap Fitri.
"Saya tidak takut untuk di-bully atau apa. Saya hanya kecewa tidak bisa meraih yang terbaik," kata Satria.
"Ini yang terbaik Satria. Ini sudah perjuangan terbaik. Hanya faktor keberuntungan saja yang menentukan segalanya," Fitri meneruskan pesannya "jangan menyakiti psikismu dengan penyesalan karena di luar sana tidak ada yang menyesal. Kmu jadi kipernya malam ini, love you."

Fitri mengatakan dukungan yang dia berikan kepada adiknya sudah menjadi kebiasaan. Dia selalu berusaha memposisikan diri terlibat dalam pertandingan itu.
"Saya bangga dengan Timnas tapi tidak menutup kemungkinan ada perasaan khawatir akan keadaan adik, dan sepertinya Indonesia harus tahu kalau setiap pemain selalu berusaha keras dalam perjuangannya, love you dek," ucap Fitri.